History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Menko Wang Mei-hua: Volume Investasi di Asia Selatan dan Asia Tenggara melampaui RRT untuk Pertama Kalinya

  • 30 November, 2023
  • 鄭蕙玲
Menko Wang Mei-hua: Volume Investasi di Asia Selatan dan Asia Tenggara melampaui RRT untuk Pertama Kalinya
salah satu pabrik furniture pengusaha Taiwan di Vietnam (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) -- Menteri Perekonomian Taiwan, Wang Mei-hua (王美花) dalam wawancara eksklusif dengan “Nikkei Asia”, mengungkapkan bahwa Beijing memamerkan kekuatan ekonominya untuk menekan para pemilih menjelang pemilihan presiden Taiwan. Tahun lalu, investasi perusahaan-perusahaan Taiwan di Asia Selatan dan Asia Tenggara untuk pertama kalinya melampaui investasi di RRT, sebuah tonggak penting dalam “Kebijakan Selatan Baru” dari Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文)

Dalam wawancara eksklusif dengan Nikkei Asia pada 28 November lalu, Wang Mei-hua mengutarakan, “di tahun 2022, investasi Taiwan di Asia Tenggara dan Asia Selatan untuk pertama kalinya melampaui Daratan Tiongkok. Kami percaya, bahwa dalam promosi tensi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan RRT, tren ini akan terus berlanjut.”

Wang Mei-hua menyampaikan, bahwa hal ini merupakan tonggak penting dalam “Kebijakan Selatan Baru” Presiden Tsai Ing-wen di 2016, yang berkomitmen untuk mengubah arah dari Tiongkok ke wilayah tersebut. Investasi Taiwan di negara-negara Asia Tenggara dan Asia Selatan, termasuk India mencapai US$ 5,2 miliar (sekitar NT$ 162,5 miliar) di tahun lalu, melampaui aliran dana sebesar US$ 5 miliar yang mengalir ke RRT pada periode yang sama.

Beijing mengadakan investigasi terhadap Taiwan yang disebut sebagai pembatasan perdagangan dan hal tersebut akan selesai sehari sebelum pemilihan presiden di tanggal 13 Januari tahun depan. Wang Mei-hua menunjukkan bahwa hal ini merupakan “hal yang sangat politis”.

Ia mengatakan, “faktanya, setiap pemilihan presiden, RRT melakukan berbagai metode untuk mempengaruhi pemilihan Taiwan.” Wang menilik penggunaan pembatasan perdagangan dari Beijing untuk memaksa pemilih memilih kandidat yang lebih diharapkan. Wang Mei-hua secara khusus menyoroti peringatan dari Presiden AS, Joe Biden kepada Presiden Xi Jin-ping (習近平) agar tidak ikut campur dalam pemilu Taiwan.

Ia memperingatkan, “kami memperkirakan, bahwa Daratan Tiongkok hanya akan meningkatkan tekanan ekonomi, bukan mengurangi.”

Pemerintah RRT menuduh Taiwan melanggar Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Lintas Selat (ECFA) pada bulan Agustus, mengancam untuk menangguhkan preferensi tarif yang diberikan kepada produk Taiwan berdasarkan ECFA, dan mengeluarkan peringatan terselubung kepada pemilih Taiwan.

Wang Mei-hua mengatakan, “volume perdagangan bilateral antara Taiwan dan RRT tentu saja sangat besar. Di tahun 2022, ekpor kita ke RRT mencapai US$ 185,7 miliar, tapi total barang perdagangan ECFA sebenarnya adalah US$ 20,6 miliar. Jika ECFA ditangguhkan, dampak total ekspor kita ke RRT sepertinya akan relative kecil, tapi akan ada lebih banyak industri tradisional yang terdampak.

Laporan menunjukkan, bahwa selain ancaman ECFA, Beijing juga memperketat kebijakannya baru-baru ini, tidak hanya melarang produk-produk agrikultural Taiwan lebih banyak, tapi juga menggelar penyelidikan ke Foxconn setelah pendiri Hon Hai Technology Group, Terry Gou mengumumkan diri sebagai kandidat presiden.

Di tahun 2018, setelah perang dagang antara AS dan RRT semakin intens, pemasok teknologi utama Taiwan mempercepat laju diversifikasi dan membaginya keluar dari Tiongkok. Selama periode ini, konsumen AS telah meminta para pemasok untuk membangun kapasitas produksi mereka di Taiwan dan negara-negara Asia Tenggara, seperti Vietnam, Thailand, dan India dalam menghadapi gejolak geopolitik.

Wang Mei-hua mengungkapkan, bahwa tren ini menjadi lebih jelas di tahun ini. Ia menunjukkan bahwa dalam 9 bulan pertama di tahun 2023, investasi perusahaan-perusahaan Taiwan di Asia Tenggara dan India mencapai US$ 4,3 miliar, sementara investasi di Tiongkok dalam periode yang sama hanya US$ 1,26 miliar.

Peningkatan investasi Taiwan di Asia Tenggara dan Asia Selatan merupakan pencapaian dari pemerintahan saat ini. Terkait dengan “Kebijakan Selatan Baru”, Wang Mei-hua mengatakan, “(di tahun 2016) saat itu, kita tidak membahas ‘penghilangan risiko’, tapi prinsipnya adalah ‘jangan menaruh telur-telurmu di dalam satu keranjang pada saat yang sama.’”

Komentar

Terbarumore