History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Indeks Saham Taiwan Melampaui Hong Kong, PM: Menandakan Ekonomi Taiwan Tengah Berkembang Pesat

  • 29 November, 2023
  • 尤繼富
Indeks Saham Taiwan Melampaui Hong Kong, PM: Menandakan Ekonomi Taiwan Tengah Berkembang Pesat
Indeks Saham Taiwan Melampaui Hong Kong, PM: Menandakan Ekonomi Taiwan Tengah Berkembang Pesat

(Taiwan, ROC) --- Indeks saham Taiwan (TWII) pada Selasa (28/11) ditutup pada 17,341.25 poin, sementara Indeks Hang Seng Hong Kong pada tanggal yang sama pukul 14:00 turun menjadi 17,303 poin. Ini menandai pertama kalinya dalam 30 tahun indeks saham Taiwan melampaui indeks saham Hong Kong, yang kemudian memicu diskusi luas.

Saat diwawancarai pada Rabu hari ini (29/11), Perdana Menteri Chen Chien-ren (陳建仁) menyatakan bahwa ekonomi Taiwan telah berkembang pesat, dengan total GDP selama tiga tahun terakhir melampaui NT$20 triliun.

PM Chen mengatakan bahwa fakta bahwa indeks saham Taiwan melampaui Hong Kong menunjukkan perkembangan ekonomi Taiwan yang cukup baik.

PM Chen mengatakan, "Adapun indeks saham Taiwan yang melampaui Hong Kong, ini menunjukkan bahwa ekonomi kita benar-benar berkembang dengan baik. Karena saham pada dasarnya adalah jendela untuk mengukur perkembangan ekonomi. Ini juga menunjukkan bahwa Presiden Tsai berada di jalur yang benar dalam pemerintahannya. Kami akan terus bekerja sama dengan sektor swasta untuk memajukan pengembangan ekonomi Taiwan, agar Taiwan bisa bergerak menuju jalan yang lebih makmur dan bahagia."

Terkait dengan pengunduran diri Hsiao Bi-khim (蕭美琴) sebagai Kepala Perwakilan Taiwan di AS dan bergabung dengan kandidat presiden Partai Demokratik Progresif (DPP), William Lai (賴清德) dalam pemilihan presiden dan wakil presiden 2024.

Perhatian publik kemudian terarah kepada siapa yang akan menggantikan posisi Hsiao Bi-khim. PM Chen menegaskan bahwa hubungan Taiwan-AS sedang berada di titik terbaik, dan Kementerian Luar Negeri (MOFA) sebelumnya telah menyatakan bahwa pekerjaan diplomatik dengan AS sangat penting dan dipastikan tidak akan ada periode vakum. Terkait sosok pengganti Hsiao Bi-khim, akan diumumkan secepatnya setelah dikonfirmasi.

Komentar

Terbarumore