(Taiwan, ROC) – Sebanyak 10 perusahaan asing telah menandatangani LOI (Letter of Intent) dengan Kementerian Perekonomian (MOEA) Taiwan di Taipei, mengonfirmasi niat mereka untuk berinvestasi sekitar NT$ 90 Miliar (sekitar Rp 48.7 triliun) di Taiwan dalam tiga tahun ke depan.
Penandatangan LOI tersebut dilakukan dalam sebuah forum investasi global tahunan di Taiwan dan diumumkan oleh Menteri Ekonomi Wang Mei-hua (王美花) pada Senin (27/11) kemarin.
Menko menambahkan, 10 perusahaan tersebut yang telah melakukan penandatangan LOI termasuk perusahaan gas industri Prancis Air Liquide, produsen peralatan yang digunakan untuk membuat semikonduktor Amerika Lam Research Corp., dan produsen bahan isolasi Jepang Nitto Denko Corp.
Air Liquide Far Eastern adalah sebuah kemitraan usaha bersama yang didirikan oleh Air Liquide Group dan Taiwan Far Eastern Group pada tahun 1987 yang lalu, serta perusahaan gas industri Amerika Air Products berencana untuk memperluas pabrik mereka di Taiwan.
Sementara itu, Fujifilm Electronic Materials dari Jepang akan membangun pabrik manufaktur tingkat lanjut di Taiwan, dan Lam Research akan mendirikan pusat R&D untuk teknologi tinggi, serta perusahaan semikonduktor asal Inggris, IQE berencana untuk memperluas fasilitas penelitian dan pengembangannya di Hsinchu.
Menurut pihak MOEA, perusahaan lain yang bermaksud untuk memperluas kehadirannya di Taiwan, termasuk perusahaan e-commerce Amerika Serikat “Coupang”, ritel Jepang “Muji” dan produsen tas sekali pakai terkemuka Jepang “Zacros”.
Selama tiga tahun terakhir, perusahaan-perusahaan internasional telah menginvestasikan lebih dari US$ 3,3 miliar di Taiwan, tutur Menko Wang Mei-hua.