(Taiwan, ROC) --- Mengenai laporan media yang mewartakan bahwa "Laporan Evaluasi Pembukaan Industri Perhotelan untuk Pekerja Migran" dari Ditjen Pariwisata Kementerian Perhubungan, dikirimkan sebagai dokumen rahasia ke Kementerian Ketenagakerjaan, menimbulkan kecurigaan terhadap kebijakan yang tidak transparan.
Perdana Menteri Chen Chien-jen (陳建仁) pada Rabu hari ini (22/11) menekankan bahwa tidak ada masalah kebijakan yang tidak transparan. Pemerintah sangat memperhatikan kekurangan tenaga kerja di industri perhotelan dan telah mengambil langkah-langkah yang sesuai, termasuk menyertakannya dalam rencana pekerjaan pasca-pandemi untuk memperbaiki krisis yang ada, serta mendorong generasi paruh baya dan wanita untuk bergabung di bidang terkait.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan subsidi terkait, dengan dana maksimum NT$100.000/orang untuk setiap tahunnya, dengan harapan dapat memperbaiki masalah kekurangan tenaga kerja di sektor perhotelan.
Saat ditemui pada Rabu pagi hari ini (22/11), PM Chen menyampaikan bahwa laporan evaluasi yang dimaksud adalah analisis dampak kekurangan pekerja di industri perhotelan yang dilakukan oleh Biro Pariwisata Kementerian Perhubungan, dan tidak ada keterkaitan dengan kebijakan pemerintah yang tidak transparan.
Chen Chien-jen menyatakan bahwa pemerintah sangat memperhatikan kekurangan pekerja di industri perhotelan dan telah mengambil langkah-langkah terkait, salah satunya adalah menggabungkannya dalam rencana pekerjaan pasca-pandemi. Harapannya adalah mendorong generasi paruh baya dan wanita, untuk bergabung di bidang terkait dan menyelesaikan masalah kekurangan tenaga kerja.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan bantuan subsidi guna menopang industri terkait. PM Chen mengatakan, "Maksimal setiap orang per tahun bisa mendapatkan bantuan hingga NT$100.000. Kami berharap pengusaha di industri perhotelan dapat bekerja sama, yakni memperkerjakan para generasi paruh baya dan wanita, sehingga masalah krisis tenaga kerja di industri perhotelan dapat teratasi dengan baik, dan terus menyediakan lingkungan pariwisata yang mumpuni, nyaman, dan lebih ramah bagi wisatawan domestik maupun internasional. Dengan demikian, industri perhotelan Taiwan dapat berkembang lebih pesat."
Menanggapi serangan peretas yang dialami oleh banyak perusahaan besar belakangan ini, PM Chen menyatakan bahwa beberapa perusahaan yang diretas telah melapor ke polisi, dan saat ini sedang ditangani oleh Biro Kriminal bersama dengan lembaga terkait.
Pemerintah berharap semua perusahaan dapat meningkatkan keamanan siber di tingkat kebijakan dan mengadopsi mekanisme 'Zero Trust' untuk memperkuat upaya pencegahan peretasan.
Beliau menekankan harapannya agar semua perusahaan dapat memperkuat mekanisme pencegahan peretasan, dan jika diperlukan, akan meminta bantuan dari National Institute of Cyber Security. Dia juga menyebutkan bahwa Yuan Eksekutif akan segera mendirikan "Kantor Persiapan Komisi Perlindungan Data Pribadi", dengan harapan agar ada lembaga independen di Taiwan untuk melindungi keamanan data pribadi setiap warga negara melalui mekanisme khusus.