History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kerja di Perusahaan Teknologi Taiwan Menjanjikan? Yakin? Netizen Taiwan Ungkap Keluh Kesah

  • 22 November, 2023
  • 尤繼富
Kerja di Perusahaan Teknologi Taiwan Menjanjikan? Yakin? Netizen Taiwan Ungkap Keluh Kesah
Kerja di Perusahaan Teknologi Taiwan Menjanjikan? Yakin? Netizen Taiwan Ungkap Keluh Kesah

(Taiwan, ROC) --- Perusahaan teknologi mutakhir asal Taiwan, yakni TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company) memiliki reputasi unggul, baik untuk kalangan domestik maupun dunia. Tidak sedikit warga yang berlomba-lomba, dengan harapan dapat bekerja di TSMC.

Bahkan di Taiwan, TSMC mendapat julukan 護國神山 (baca: hù guó shénshān), yang secara harfiah dapat diartikan "Gunung Pelindung Negara".

Namun, baru-baru ini seorang Warganet mengunggah postingan di platform medsos Dcard menyampaikan bahwa ia telah bekerja di TSMC selama hampir 7 tahun, yang ternyata harus berjalan dengan penuh penderitaan.

Sang Warganet menuliskan kalau dirinya mengalami masalah kesehatan dan perlakuan tidak adil dalam penilaian kinerja, bahkan sampai harus kehilangan pacarnya.

Secara lebih terperinci ia pun mengisahkan keluh kesah bekerja di TSMC.

"Tiga bulan pertama, saya masih berupaya untuk menguasai pekerjaan saya, tetapi saya sering kena marah, serta harus menghadapi ujian evaluasi yang tidak masuk akal. Setahun kemudian mendapat bonus kinerja yang tidak memuaskan, mendengarkan wakil manajer yang cerewet," demikian tulisnya.

Sang Warganet secara lugas menuliskan, kalau banyak orang di dalam perusahaan memilih untuk bertahan karena 'mentalitas budak' yang dianut mereka. Para karyawan terpaksa tunduk demi pundi-pundi uang.

Dia juga kemudian merenung, "Apakah saya tertipu oleh reputasi salah satu perusahaan terkuat di dunia untuk bergabung di dalamnya, dan apakah saya harus menyerah dan pergi setelah mengetahui kenyataannya?"

Sang pengunggah postingan kemudian melanjutkan bahwa setiap malam sebelum tidur dia terus memikirkan hal tersebut, dan bertahan di tengah kondisi yang tidak membahagiakan selama 7 tahun bukanlah hal yang mudah. Tidak hanya harus kehilangan pacar, tapi ia bahkan mengalami masalah kesehatan.

"Perusahaan tidak akan simpati, bahkan ada atasan dan rekan kerja yang mengejek, mengatakan itu masalahmu sendiri, tapi demi uang, saya harus menelan situasi tidak masuk akal ini," tambahnya.

Di akhir unggahan, sang Warganet juga menambahkan kalau pihak atasan baru-baru ini memberitahunya bahwa penilaian kinerjanya mungkin tidak sesuai dengan ekspektasinya.

Secara tidak berdaya ia melanjutkan, "Apakah pantas mengorbankan masa muda dan kesehatan tubuh untuk sebuah rumah? Saya rasa tidak, karena saya sudah tidak bahagia selama 7 tahun penuh."

Dia kemudian memutuskan untuk meninggalkan perusahaan tersebut pada tahun mendatang, dan berharap bisa menjalani hidup yang lebih stabil.

Postingan ini kemudian memicu diskusi hangat. Banyak orang yang pernah mengalami hal serupa lalu berkomentar, "Kamu sudah tidak bahagia sejak awal, tapi masih bisa bertahan selama tujuh tahun, itu benar-benar hebat. Saya menyerah setelah tiga tahun. Saya hampir mencapai tiga tahun bekerja, juga berencana untuk resign, setelah menerima bonus Februari tahun depan."

"Tempat ini hanya memiliki uang, tidak lainnya. Hidup itu singkat, tidak layak menghabiskan waktu untuk kerja dan membayar cicilan rumah," tulis salah seorang netizen.

Namun, ada juga yang berpendapat, "Kamu sudah terlalu jauh terlibat, jika kamu berhenti setelah 7 tahun, kamu akan menyesal. Setidaknya kamu punya uang. Realitas mencari pekerjaan itu keras, gaji tahunanmu akan sangat berkurang, dan belum tentu bisa bersaing dengan mereka yang baru lulus."

"Saya sarankan jangan berhenti. Setelah keluar dua tahun, saya menemukan kondisi di luar lebih buruk, dengan gaji lebih rendah, dan jam lembur yang berantakan. Belum lagi dengan situasi budaya kantor yang lebih rumit," tulis netizen lainnya.

Komentar

Terbarumore