History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Apakah Inflasi Selalu Membawa Dampak Buruk? Penelitian AS: Beberapa Pihak Malah Cuan Cukup Banyak

  • 15 November, 2023
  • 尤繼富
Apakah Inflasi Selalu Membawa Dampak Buruk? Penelitian AS: Beberapa Pihak Malah Cuan Cukup Banyak
Apakah Inflasi Selalu Membawa Dampak Buruk? Penelitian AS: Beberapa Pihak Malah Cuan Cukup Banyak

(Taiwan, ROC) --- Inflasi umumnya dianggap sebagai kabar buruk bagi sebagian besar orang, tetapi para ekonom berpendapat bahwa inflasi tidak melulu memberikan dampak negatif. Sebagai contoh, 1% orang terkaya di Amerika Serikat mendapat keuntungan bersih dari inflasi sebesar $63.500, yang setara dengan 6.9% dari pendapatan tahunan rata-rata AS.

Selain itu, keluarga dengan kekayaan di kisaran 40% hingga 60% justru mendapatkan manfaat terbesar, dengan keuntungan bersih hampir $40.000, dari lonjakan inflasi.

Di pasar, pembeli memilih sayuran berdasarkan tampilan dan harga yang dipajang. Aktivitas membeli sayuran atau kebutuhan sehari-hari, dianggap sebagai salah satu tolak ukur untuk mengetahui lonjakan harga pasaran saat ini.

Seorang warga di Taiwan, sebut saja namanya Rita berkomentar, "Saya biasanya membeli di supermarket karena lebih mudah dan bisa belanja kapan saja. Di supermarket, harga selalu ditampilkan dengan jelas. Namun, belakangan ini, terutama dalam satu atau dua tahun terakhir, saya merasa kalau harga semakin mahal. Karena itu, saya sekarang lebih sering membeli di pasar grosir seperti Pasar Binjiang atau Pasar Huanan, di mana pilihannya juga lebih banyak."

Ketika ditanya perihal inflasi, Rita kemudian menambahkan, "Sebagai contoh, harga kamar hotel untuk perjalanan domestik, dalam waktu sekitar tiga hingga empat tahun sejak pandemi, saya merasakan fluktuasi harga yang signifikan. Harga meningkat sekitar 40% hingga 60%, sementara peningkatan fasilitas di tempat wisata tidak sejalan dengan kenaikan harga tersebut."

Sebuah studi oleh ekonom dari Universitas New York, AS, menunjukkan bahwa inflasi tidak selalu memiliki dampak negatif. Dari tahun 1983 hingga 2019, inflasi memberikan dampak yang beragam bagi kekayaan orang AS. Misalnya, 1% orang terkaya di AS mendapat keuntungan bersih dari inflasi sebesar $63.500, yang merupakan 6.9% dari pendapatan tahunan rata-rata mereka.

Salah seorang penggiat asuransi di Taiwan, Wu Hong-lin (吳鴻麟), mengatakan, "Jika seseorang memiliki aset tambahan yang bisa digunakan untuk menciptakan pendapatan lain, maka tentu saja, karena inflasi, misalnya saya memiliki rumah yang saya sewakan, maka harga sewanya akan naik. Jadi, aset tambahan itu dikarenakan inflasi meningkatkan pendapatan dari aset saya, sehingga kekayaan saya mungkin akan bertambah."

Alasannya adalah inflasi dapat menyebabkan harga aset, khususnya real estat, meningkat secara signifikan, sehingga menguntungkan mereka yang memiliki banyak aset atau utang, seperti keluarga dengan hipotek yang tinggi atau orang-orang super kaya.

Namun, penelitian juga menemukan bahwa tidak semua orang mendapatkan manfaat secara sama. Keluarga dengan pendapatan 20% terendah, yang tidak memiliki rumah atau saham, akan merasa lebih sulit dalam era di mana harga barang kian mahal.

Salah seorang penggiat sektor properti di Taiwan, Chu Pin-yen (朱品諺) kemudian membahas tentang pemulihan ekonomi tipe "K", di mana ujungnya naik tetapi bagian tengahnya menurun.

"Artinya, ketika dunia diselimuti pandemi, malah membuat sektor keuangan menjadi sangat baik, dan banyak orang dengan aset tinggi mendapatkan penghasilan yang melimpah dari perputaran saham. Orang-orang kaya ini sangat membutuhkan tempat yang aman untuk menjaga modal mereka, yang menjelaskan mengapa harga real estat tetap tinggi meskipun inflasi tinggi, karena biaya yang terus meningkat tidak memberikan ruang untuk penurunan harga," terang Chu Pin-yen

Berdasarkan statistik, masyarakat menganggap bahwa investasi terbaik untuk menjaga nilai (harta kekayaan) adalah real estat (42,2%), diikuti oleh saham (16,9%), kemudian diikuti dana tunai/obligasi, dan emas atau logam mulia.

Chu Pin-yen menyatakan, "Uang tunai selalu memerlukan tempat untuk diinvestasikan, dan real estat sejak dulu dikenal sebagai cara terbaik bagi orang terkaya di dunia untuk menggandakan kekayaan mereka. 70% kekayaan mereka berasal dari real estat."

Komentar

Terbarumore