(Taiwan, ROC) Institut Penelitian Ekonomi Taiwan (TIER) pada hari Rabu (8/11) mengumumkan prakiraan pertumbuhan ekonomi tahun 2023 direvisi menjadi 1,43%, prakiraan pertumbuhan ekonomi tahun 2024 mencapai 3,15%. Pakar beranggapan, pemesanan luar negeri Taiwan dan persentase ekspor tahunan yang terpuruk kini kembali menghangat, namun pemulihan ekspor secara menyeluruh perlu menunggu tahun depan kuatral kedua, akan tetapi inflasi akan menjadi kunci penting dalam pertumbuhan ekonomi.
Kepala TIER Chang Chien-yi (張建一) menganalisa, pemulihan ekspor secara menyeluruh perlu menunggu hingga tahun depan kuartal kedua, pemulihan ekonomi global membentuk kurva U, saat ekonomi lesu akan berkepanjangan, selain itu inflasi juga menjadi kunci penting dalam pertumbuhan ekonomi. Chang Chien-yi mengatakan, “Untuk pemulihan ekonomi secara keseluruhan perlu menunggu hingga tahun depan berkisar paruh awal tahun, ketika pasokan hampir menipis, baru mulai membaik secara perlahan, untuk pemulihan ini perlu mengamati apakah ada permintaan, inflasi menjadi faktor utama, baik itu perang, perubahan iklim semua memengaruhi inflasi, inflasi juga memengaruhi nilai belanja konsumen.”
TIER mengemukakan, pasca pandemi pasar tenaga kerja dengan persediaan terbatas, permintaan jasa pelayanan meninggi menyebabkan harga jasa meningkat dengan skala tinggi, dikarenakan persentase penurunan inflasi keseluruhan masih terbatas. Prakiraan inflasi dunia dari Dana Moneter Internasional (IMF) sejak tahun 2023 mencatat 6,9% menurun hingga 5,8% pada tahun 2024, hal ini menunjukkan tekanan inflasi dunia masih tinggi. Meskipun harga barang Taiwan ada kemungkinan tidak berlanjut naik, akan tetapi seiring dengan pemulihan ekonomi di Taiwan, ditambah dengan perubahan iklim, masalah pandemi yang teratasi, konflik geopolitik yang tetap terjadi, akan secara bertahap membuat inflasi menurun, diprakirakan persentase pertumbuhan indeks harga konsumen (CPI) 2024 mencapai 1,8%.
TIER menekankan, ekonomi dunia masih menghadapi berbagai tantangan, misalkan dinamika konsumsi AS apakah akan berlanjut, tren harga bahan baku, prospek perekonomian RRT, dan arah kebijakan finansial Bank Sentral dari berbagai negara, semua faktor ini akan memengaruhi kinerja perdagangan dan investasi Taiwan.