(Taiwan, ROC) -- Kementerian Perdagangan Tiongkok pada April tahun ini memutuskan untuk memperluas peninjauan hambatan perdagangan Taiwan, tetapi beberapa hari lalu menetapkan bahwa masa waktu peninjauan adalah 3 bulan hingga 12 Januari 2024. Chen Junne-jih (陳駿季) selaku perwakilan Menteri Pertanian dalam wawancara acara media pada hari ini 3 Novermber menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian telah “mempersiapkan dengan baik” bagaimanapun hasil peninjauan hambatan perdagangan, bahkan ada kebijakan untuk antisipasi situasi agar produk pertanian Taiwan tetap memiliki daya saing dan terus memperluas pasar luar negerinya.
Chen Junne-jih menyampaikan bahwa fasilitas terkait yang disediakan oleh pihak Tiongkok pada Taiwan sebenarnya semua adalah “luar” saja, pasar Tiongkok merupakan pasar berisiko tinggi bukanlah pasar yang diharapkan oleh banyak orang, apakah produk pertanian Taiwan harus dipasarkan di Tiongkok? Apabila produk pertanian dikonsentrasikan pada pasar Tiongkok maka berarti mempertaruhkan produk pertanian di pasar yang tidak pasti. Tiongkok mulai menerapkan berbagai cara untuk menghantam pertanian Taiwan sejak tahun 2021, mulai dari menghentikan sementara impor, selanjutnya harus mendaftarkan terlebih dulu baru dapat diimpor masuk ke Tiongkok, dan yang terbaru adalah peninjauan hambatan perdagangan yang diberlakukan sejak April tahun ini.
Chen Junne-jih menyampaikan, tindakan-tindakan yang dilakukan Tiongkok ini bertujuan untuk menghantam industri pertanian Taiwan, agar memberikan kesan bahwa industri pertanian Taiwan “tidak bisa hidup” jika tidak ada pasar Tiongkok, meskipun Kementerian Pertanian tidak mengabaikan kesempatan pasar yang ada, tetapi pasar berisiko tinggi seperti pasar Tiongkok ini bukanlah pasar yang diharapkan.