(Taiwan, ROC) Institut Riset Ekonomi Taiwan (TIER) pada hari Selasa ini (31/10) mengumumkan indikator manufaktur selama 3 bulan berturut-turut menunjukkan rambu warna “kuning biru” yang menandakan ekonomi melesu, analis TIER mengatakan, menjelang musim puncak konsumsi pada libur akhir tahun di Eropa – AS diprediksikan mampu mempertahankan momentum produksi manufaktur dalam negeri dan harapan industri manufaktur akan semakin jelas.
Analisa TIER mengatakan, seiring dengan PMI manufaktur AS selama 3 bulan berturut-turut terjadi kenaikan dan PMI manufaktur RRT kembali meningkat, kondisi ini menunjukkan ada tanda-tanda industri manufaktur global membaik. Industri manufaktur Taiwan memerlukan peluncuran produk elektronik baru, ekspor bulan September dari minus berubah menjadi plus, industri mesin berat dan kimia yang dikunjungi memperlihatkan kinerja yang stabil dan adanya peningkatan indikator lingkungan kerja. Wakil Ketua TIER Hsu bi-shu (許碧書) mengatakan, “Dikarenakan ekspor sebagian telekomunikasi dan industri manufaktur tradisional relatif menaik sehingga memengaruhi industri manufaktur dalam negeri, membawa peningkatan sebagian permintaan, mendorong indikator kinerja operasional.”
Harapan masa depan, TIER beranggapan, di bawah kondisi produk elektronik baru bermerek internasional, ditambah dengan permintaan persediaan barang sebelum hari liburan golden week RRT, dan liburan akhir tahun masyarakat Eropa-AS akan meningkatkan daya konsumsi, maka diharapkan mampu mempertahankan momentum produksi manufaktur dalam negeri dan harapan industri manufaktur akan semakin jelas.
Akan tetapi, dikarenakan perang Israel -Palestina memicu harga bahan bakar dan minyak naik, meskipun lembaga penilaian seperti EIU beranggapan perang hanya merupakan gejolak geopolitik regional, ditambah dengan 1 anggota baru dalam OPEC yang sepakat dengan perjanjian pengurangan produksi, apabila muncul imbas luar yang baru, ada kemungkinan harga barang setiap negara akan naik lagi, semakin membebani Bank Sentral dalam menghadapi inflasi, dan suku bunga tinggi akan terus berlangsung, kondisi yang tidak kondusif untuk pertumbuhan konsumsi dan investasi.