(Taiwan, ROC) - Di bawah kondisi terus berlanjutnya perang Rusia-Ukraina dan konflik Israel-Palestina, ditambah dengan pengaruh inflasi, tidak hanya Taiwan, perekonomian global juga mengalami gangguan signifikan.
Demikian keterangan dari Menteri Ekonomi Wang Mei-hua (王美花) di sela kehadirannya di persidangan Yuan Legislatif pada tanggal 30, atas keprihatinan terhadap prakiraan Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) bahwa pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tahun ini akan sulit mempertahankan 2%.
Meski demikian, Wang juga mengutip laporan terbaru dari Dewan Pembangunan Nasional (NDC) yang menunjukkan bahwa lampu sinyal iklim bisnis yang telah berturut-turut 10 bulan berwarna biru yang melambangkan “ekonomi sedang lesu”, pada bulan September telah berubah menjadi warna kuning-biru yang menandakan “ekonomi harus diperhatikan”.
Wang menerangkan, seperti perkiraan semula, perekonomian akan secara bertahap membaik pada kuartal ketiga dan keempat, dan industri juga optimistis bahwa perekonomian tahun depan akan lebih baik dari tahun ini.
Menurutnya, industri Taiwan masih memiliki keunggulan di pasar global dalam hal inovasi, efisiensi dan kapital, maka meski tetap ada gangguan, ekonomi Taiwan akan tetap tumbuh lambat namun stabil.