(Taiwan, ROC) - Indeks kepercayaan konsumen (IKK) Taiwan mencapai level tertinggi dalam 18 bulan pada bulan Oktober, sementara semua dari enam faktor dalam indeks tersebut bergerak lebih tinggi dari bulan sebelumnya, demikian berdasarkan survei terbaru yang dirilis oleh National Central University (NCU).
Mengutip survei yang dilakukan pada 18-21 Oktober, NCU mengatakan bahwa IKK Oktober naik 2,33 poin dari bulan sebelumnya menjadi 69,09, level tertinggi sejak April 2022, ketika indeks berada di 71,77 poin, menunjukkan bahwa meskipun permintaan domestik tetap stabil pasca-COVID-19, kekhawatiran terhadap kinerja ekspor Taiwan masih ada.
Menurut NCU, IKK mengukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap prospek lapangan kerja, keuangan keluarga, harga konsumen, iklim ekonomi lokal, pasar saham dan kemungkinan membeli barang tahan lama selama enam bulan ke depan.
Subindeks pasar saham IKK mencapai 49,56 poin pada bulan Oktober, naik 4,66 dari bulan sebelumnya dan merupakan peningkatan terbesar dari keenam indikator, kata NCU.
Direktur Pusat Penelitian Pembangunan Ekonomi Taiwan (RCTED) di bawah NCU Dachrahn Wu (吳大任) mengatakan, optimisme terhadap pasar saham muncul ketika Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), pembuat chip kontrak terbesar di dunia, memberikan arahan positif pada konferensi investor terbaru pada 19 Oktober.
Pada konferensi investor tersebut, CEO TSMC C.C. Wei (魏哲家) mengatakan bahwa mereka optimistis mengenai kuartal keempat setelah melakukan penyesuaian inventaris baru-baru ini di industri semikonduktor global.
Selain itu, Wei mengatakan kepada investor bahwa peningkatan permintaan untuk proses 3 nanometer tercanggih TSMC, yang memasuki produksi komersial pada akhir tahun lalu, diperkirakan akan berlanjut hingga tahun depan.
Kepercayaan terhadap TSMC juga didukung oleh keputusan produsen chip tersebut untuk tidak mengubah rencana belanja modalnya pada tahun 2023 sebesar US$ 32 miliar meskipun permintaan global melemah, lanjut Wu.
Di lain pihak, subindeks harga konsumen, keuangan keluarga, lapangan kerja, iklim ekonomi lokal, dan pembelian barang tahan lama juga bergerak lebih tinggi, masing-masing sebesar 3,16, 1,91, 1,83, 1,61 dan 0,80 poin dari bulan sebelumnya, menjadi 28.06, 76.86, 67.23, 81.61 dan 111,0 poin pada bulan Oktober.
Wu mengatakan kenaikan indeks keuangan keluarga, lapangan kerja dan iklim ekonomi lokal terutama mencerminkan permintaan domestik yang kuat di industri ritel dan makanan dan minuman selama liburan musim panas.
Namun, perekonomian Taiwan yang berorientasi ekspor belum pulih sepenuhnya karena tingginya suku bunga dan inflasi yang terus menekan permintaan global dan memperlambat pemulihan ekonomi di negara-negara besar, tambah Wu.
Selain itu, meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok kemungkinan akan membuat kinerja ekspor Taiwan semakin tidak menentu dan dapat memengaruhi pasar saham global, sehingga berdampak pada kepercayaan konsumen.
Menurut Wu, skor subindeks 0-100 poin menunjukkan pesimisme, sedangkan skor 100-200 poin menunjukkan optimisme, dalam arti kata optimisme hanya ada pada kemungkinan pembelian barang tahan lama selama enam bulan ke depan.