History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Olahan Pisang Hijau Taiwan Jadi Primadona, Pengusaha Jepang Berebut Membelinya

  • 21 October, 2023
  • 許秀玉
Olahan Pisang Hijau Taiwan Jadi Primadona, Pengusaha Jepang Berebut Membelinya
Olahan Pisang Hijau Taiwan Jadi Primadona, Pengusaha Jepang Berebut Membelinya

(Taiwan, ROC) – Produksi pisang tahunan di Taiwan mencapai sekitar 350 ribu ton dan hampir seluruhnya digunakan untuk konsumsi dalam negeri. Hanya sekitar 1% dari produksi pisang yang diekspor ke luar negeri. Taiwan sering mengalami surplus pasokan pisang atau penurunan kualitas pisang menjadi kelas B dan C akibat dampak taifun atau hujan lebat sehingga pisang harus diolah untuk meningkatkan nilai jual.

Direktorat Jenderal Pertanian dan Makanan (AFA) berencana untuk meningkatkan pengolahan pisang dua kali lipat menjadi 100 ribu ton tahun ini dan akan terus bertambah menjadi 200 ribu ton tahun depan.

Berdasarkan penelitian oleh Institut Penelitian Pisang Taiwan dan Aliansi Strategi Pisang (BSATW) yang dibentuk empat tahun yang lalu, fokus pengolahan beralih ke pisang hijau yang lebih sehat. Produk seperti stik pisang hijau, keripik pisang hijau, dan mie pisang hijau, semuanya sukses menarik perhatian pengusaha Jepang.

Produk olahan dari pisang, seperti sachima, bolu, smoothie, dan es krim, serta produk olahan dari pisang hijau, seperti tepung pisang hijau, stik pisang hijau, keripik pisang hijau, mie pisang hijau, dan kue lobak pisang hijau, dll, telah menjadi pilihan konsumen yang baru.

Setelah beras, gandum, dan jagung, pisang menjadi salah satu tanaman pangan terbesar di dunia, dengan produksi global melebihi 120 juta ton. Asia merupakan wilayah utama dalam produksi pisang, dengan kontribusi lebih dari 65% dari total produksi dunia. Di Taiwan, luas lahan yang digunakan untuk menanam pisang sekitar 15 ribu hektar, dan produksi tahunannya mencapai sekitar 350 ribu ton, dengan mayoritas produksi diserap oleh pasar domestik.

Akibat surplus pasokan atau dampak taifun dan hujan lebat, pasokan pisang kelas B dan C sering mengalami peningkatan dan metode pengolahan digunakan untuk meningkatkan nilai jualnya. Pada tahun 1950-an hingga 1960-an, produk olahan pisang Taiwan terbatas hanya pada pisang kering berwarna cokelat gelap. Saat itu, produk olahan pisang kuning atau produk olahan pisang hijau berkualitas tinggi jarang sekali tersedia di pasaran. Namun, berkat upaya keras Institut Penelitian Pisang Taiwan dan BSATW, produk olahan pisang di Taiwan menjadi semakin beragam, dengan berfokus pada produk pisang hijau yang laku keras karena kaya serat dan bernilai gizi tinggi.

Kepala AFA Hu Zhong-yi (胡忠一) mengatakan, meskipun tahun ini Taiwan menghadapi banyak taifun yang merusak pohon pisang, produksi pisang masih mengalami peningkatan sekitar 2% dibandingkan tahun lalu. Oleh karena itu, jumlah pisang yang dapat diolah diperkirakan akan naik dua kali lipat dari 50 ton tahun lalu menjadi 100 ton tahun ini.

Selain produk olahan, Institut Penelitian Pisang Taiwan juga meluncurkan "pohon pisang mini" yang hanya memiliki tinggi sekitar 100 cm. Pohon pisang jenis ini sangat kuat dan tidak mudah tumbang meskipun diterpa taifun sehingga dapat ditanam di halaman rumah sebagai tanaman hias dan buahnya juga bisa dimakan. Selain itu, Taiwan juga berusaha untuk memaksimalkan penggunaan semua bagian tanaman pisang. Karena restoran Asia Tenggara semakin populer di Taiwan, daun pisang juga telah menjadi bahan penting dalam berbagai hidangan.

(foto: 陳林幸虹)

(foto: 楊仁翔 )

Komentar

Terbarumore