History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pelaku Usaha Jelaskan Sebab Mengapa Tingkat Penghunian Kamar Hotel Domestik Turun

  • 07 October, 2023
  • 許秀玉
Pelaku Usaha Jelaskan Sebab Mengapa Tingkat Penghunian Kamar Hotel Domestik Turun
Pelaku Usaha Jelaskan Sebab Mengapa Tingkat Penghunian Kamar Hotel Domestik Turun

 (Taiwan, ROC) – Tingkat Penghunian Kamar Hotel (TPK) selama libur panjang Festival Pertengahan Musim Gugur dan Hari Nasional di Taiwan hanya mencapai sekitar 50% sehingga menimbulkan banyak perdebatan di berbagai kalangan. Namun, para pelaku usaha berpendapat bahwa esensi dari perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur adalah berkumpul dengan keluarga dan bukannya pergi berlibur. Apalagi, tak lama setelahnya ada libur panjang Hari Nasional yang mungkin telah mengurangi jumlah pelancong domestik. Oleh karena itu, komentar mengenai penurunan jumlah turis domestik dianggap terlalu berlebihan, meskipun memang benar bahwa jumlah turis yang masuk jauh lebih rendah dibandingkan dengan sebelum pandemi.

Berdasarkan hasil survei oleh Direktorat Jenderal Pariwisata, TPK selama dua hari pertama liburan Festival Pertengahan Musim Gugur di seluruh Taiwan memiliki rata-rata sebesar 47.69%. Dibandingkan dengan liburan panjang lainnya tahun ini, TPK selama perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur adalah yang terendah, sedangkan pada libur panjang Hari Nasional, TPK hingga 22 September sedikit naik mencapai 54.75%.

Beberapa pemilik hotel berpendapat, setelah pembatasan perjalanan dibuka, banyak pelancong lebih memilih untuk bepergian ke luar negeri sehingga anggaran liburan mereka sudah habis. Selain itu, kedatangan turis asing belum dapat sepenuhnya menggantikan turis domestik sehingga TPK selama liburan berkurang. Di sisi lain, masyarakat juga mengeluhkan harga rata-rata akomodasi di Taiwan terlalu mahal sehingga mereka lebih memilih untuk mengalokasikan anggaran liburan mereka untuk bepergian luar negeri daripada di dalam negeri.

Pemilik hotel mengatakan, liburan Festival Musim Gugur tidak bisa menjadi satu-satunya patokan untuk menilai penurunan pariwisata domestik. Pertama, libur panjang Festival Musim Gugur dan Hari Nasional jatuh pada tanggal yang berdekatan sehingga menyebabkan pelancong tersebar. Kedua, banyak orang yang pulang ke kampung halaman daripada bepergian jauh saat liburan Festival Pertengahan Musim Gugur. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah penumpang di kereta cepat (THSR) beberapa waktu lalu. Ketiga, pola perjalanan dalam negeri saat ini telah berubah. Banyak hotel yang baru menerima pemesanan dua atau tiga hari sebelum liburan. TPK selama libur panjang Hari Nasional diperkirakan mencapai sekitar 54% berdasarkan data hingga 22 September.

Selain itu, pengamat industri telah mengamati turis asing yang masuk ke Taiwan dan mencatat bahwa baru-baru ini ada peningkatan jumlah turis asing, terutama dari Jepang. Ini tentu saja jauh lebih baik dibandingkan tiga tahun lalu. Namun demikian, target jumlah turis asing yang masuk ke Taiwan tahun ini hanya 6 juta orang, setengah lebih sedikit dibandingkan dengan sebelum tahun 2019 yaitu 12 juta orang. Hal ini disebabkan oleh absennya turis dari Tiongkok yan menduduki peringkat utama, serta penurunan minat pergi ke luar negeri dari turis Jepang karena nilai tukar mata uang yang menurun.

Banyak masyarakat mengeluh bahwa harga kamar hotel di Taiwan lebih mahal dibanding Jepang. Menurut analisis pelaku pariwisata, harga kamar hotel sangat dipengaruhi oleh faktor pasar, seperti permintaan dan penawaran, apakah hotel berada di lokasi wisata yang populer, skala pangsa pasar internasional, serta biaya tanah dan bangunan. Oleh karena itu, harga seharusnya tidak langsung dibandingkan seperti itu.

Namun, pelaku industri juga menyoroti tantangan dalam industri pariwisata Taiwan. Dibandingkan dengan kota-kota lain di Asia, turis yang datang ke Taipei biasanya harus transit di tempat lain dan menyebabkan terbatasnya skala pasar. Ditambah lagi, seiring dengan kenaikan biaya operasional hotel, penurunan harga kamar hotel menjadi kian sulit diwujudkan.

(foto: Pixabay)

Komentar

Terbarumore