(Taiwan, ROC) --- Dalam situasi saat ini di mana inflasi semakin meningkat dan harga rumah di Taiwan kian tinggi, disertai dengan gaji yang relatif rendah, membuat banyak warga memilih untuk "rebahan" atau dengan kata lain tidak terlalu memikirkan masa depan.
Sebaliknya, mereka lebih memilih untuk menikmati waktu luang mereka, lebih memilih untuk bersenang-senang dan kurang memprioritaskan perencanaan untuk masa depan.
Seorang warganet di platform sosial Taiwan, Dcard, memperhatikan fenomena ini dan penasaran, "Apakah benar-benar ada orang yang masih menabung? Mengapa sebagian besar orang tampaknya memiliki begitu banyak uang untuk dibelanjakan?"
Warganet bersangkutan mengisahkan, semenjak pindah ke Taipei, dia telah melihat banyak orang yang datang ke ibu kota untuk mengadu nasib dan bekerja.
Namun beberapa di antara mereka ternyata lebih fokus pada kehidupan bersenang-senang. Sebagai contoh, ada yang rutin berkumpul dengan teman setiap bulan, pergi ke luar negeri setiap tiga bulan, sementara masih harus membayar sewa rumah, biaya telepon, biaya internet, biaya makan, asuransi, kartu kredit, biaya transportasi, dan sebagainya.
Warganet pun merasa penasaran dan bertanya, "Dengan gaya hidup seperti ini, apakah mereka dapat benar-benar menabung?"

Warganet tersebut mengisahkan bahwa semenjak pembatasan pandemi dicabut, dia belum pernah bepergian ke luar negeri dan masih terus bekerja keras, termasuk lembur, demi terus menabung.
Dengan penuh kebingungan, ia menuliskan, "Mengapa kebanyakan orang tampaknya memiliki begitu banyak uang untuk dibelanjakan? Apakah ini karena dampak dari penurunan tingkat kelahiran, sehingga mereka melihat masa depan Taiwan kurang menjanjikan dan memilih untuk menikmati saat ini?"
Setelah artikel tersebut diunggah, banyak netizen yang kemudian memberikan komentar dan pandangan mereka mengenai situasi saat ini.
"Setelah pandemi, banyak orang, baik di dalam maupun luar negeri, cenderung lebih menikmati hidup. Bukan hanya generasi muda, banyak orang mulai mempertimbangkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan," kata salah satu komentar.

Sumber Foto: TVBS News
Seorang lainnya menambahkan, "Saat kita tua, mungkin kita tak bisa lagi menikmati hidup sebaik saat kita muda. Dengan tubuh yang semakin lemah, uang ekstra mungkin tidak lagi memberikan kebahagiaan. Uang yang ditabung di bank mungkin saja berkurang nilainya karena inflasi. Mungkin lebih baik kita menikmati hidup saat masih muda."
Sebagian netizen menganggap inflasi sebagai penyebab utama fenomena ini. "Menghabiskan gaji bulanan adalah salah satu cara untuk menghadapi inflasi," ujar seorang netizen.
Beberapa lainnya menambahkan, "Saat ini harga barang di seluruh dunia meningkat. Inflasi dapat mengurangi nilai uang yang kita tabung. Menikmati hidup saat ini mungkin memberi kita kebahagiaan dan pengalaman yang berharga. Mengorbankan kesenangan demi menabung mungkin pada akhirnya tidak memberikan kita apa-apa."