History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Efek Pengurangan Produksi Minyak Berlanjut, Akademisi: Harga Minyak Dunia pada Q4 Mungkin Tembus 100 Dolar AS

  • 29 September, 2023
  • 陳柏萇
Efek Pengurangan Produksi Minyak Berlanjut, Akademisi: Harga Minyak Dunia pada Q4 Mungkin Tembus 100 Dolar AS
Efek Pengurangan Produksi Minyak Berlanjut, Akademisi: Harga Minyak Dunia pada Q4 Mungkin Tembus 100 Dolar AS

(Taiwan, ROC) – Harga minyak dunia semakin mendekati level 100 dolar AS per barel. Menurut analisis dari akademisi pada Kamis (28/9), hal ini disebabkan oleh berlanjutnya pengurangan produksi minyak oleh negara produsen minyak, yang juga mendorong lonjakan harga minyak di pasar berjangka. Harga minyak pada kuartal keempat tahun ini ditakutkan akan berfluktuasi di sekitar level 100 dolar AS per barel. Namun, lantaran tahun depan diperkirakan ada pemulihan ekonomi yang akan meningkatkan permintaan serta adanya insentif harga, kapasitas produksi negara produsen minyak diyakini akan meningkat. Hal ini akan mengurangi ketegangan antara pasokan dan permintaan, sehingga harga minyak dunia pada musim semi tahun depan berpotensi akan kembali ke bawah level 100 dolar AS per barel.

Harga minyak dunia baru-baru ini terus naik, dengan harga penutupan pada Rabu (27/9) mencapai level tertinggi pada tahun ini. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan November sempat naik di atas 94 dolar AS per barel, dan ditutup pada angka 93,68 dolar AS per barel, dengan kenaikan sebesar 3,6%. Sementara itu, harga minyak Brent untuk pengiriman bulan November juga sempat naik di atas 97 dolar AS per barel, serta ditutup pada angka 96.55 dolar AS per barel, dengan kenaikan sebesar 2,8%.

Menurut analisis dari professor National Central University (NCU), Chi-Yuan Liang (梁啟源) pada Kamis (28/9), Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) terus mengurangi produksi, terutama Arab Saudi yang tetap konsisten dalam mengurangi produksi sejak lebih dari sebulan. Hal ini mengakibatkan penurunan pasokan, serta ketika situasi pasokan dan permintaan berbalik, juga mendorong peningkatan minat dalam pasar berjangka. Selama 2 bulan terakhir, minat neto panjang dalam pasar berjangka secara signifikan meningkat dan ini adalah 2 alasan utama yang mendukung kenaikan harga minyak.

Chi-Yuan Liang (梁啟源) menyampaikan, dengan peningkatan permintaan energi selama musim gugur dan musim dingin, serta peningkatan defisit antara pasokan dan permintaan, maka harga minyak di kuartal keempat berkemungkinan bisa melebihi level 100 dolar AS per barel dan akan mengalami fluktuasi dalam kisaran tersebut. Namun, kuartal keempat seharusnya menjadi titik puncak dalam waktu dekat ini, dan harga minyak berkemungkinan tidak akan terus naik.

Liang Qiyuan menyatakan bahwa meskipun ada banyak variabel dalam tren harga minyak tahun depan, secara umum diperkirakan ekonomi dunia akan pulih tahun depan, yang akan mengakibatkan peningkatan permintaan minyak. Dalam situasi di mana harga minyak sudah tinggi, negara produsen minyak kemungkinan tidak akan lagi mempertahankan pengurangan produksi mereka, tetapi akan beralih ke peningkatan produksi. Hal ini akan membuat pasokan dan permintaan minyak menjadi lebih seimbang, sehingga kemungkinan harga minyak internasional pada tahun depan akan kembali ke level di bawah 100 dolar AS per barel.

Chi-Yuan Liang (梁啟源) menuturkan, meskipun ada banyak variabel dalam tren harga minyak tahun depan, tetapi biasanya diperkirakan ekonomi dunia pada tahun depan akan memulih, dan mengakibatkan peningkatan permintaan minyak. Dalam situasi di mana harga minyak sudah tinggi, negara produsen minyak berkemungkinan tidak akan lagi mempertahankan pengurangan produksi mereka, tetapi akan beralih untuk meningkatkan jumlah produksi. Hal ini sontak membuat pasokan dan permintaan minyak menjadi lebih seimbang, sehingga kemungkinan harga minyak internasional pada tahun depan akan kembali ke level di bawah 100 dolar AS per barel.

Komentar

Terbarumore