(Taiwan, ROC) - Produksi industri Taiwan untuk bulan Agustus turun lebih dari 10% dari tahun sebelumnya, menandai penurunan tahun-ke-tahun selama 15 bulan berturut-turut. Ini disebabkan fakta bahwa sebagai ekonomi lokal yang berorientasi ekspor, Taiwan terus merasakan tekanan dari lemahnya permintaan konsumen global, demikian berdasarkan laporan terbaru dari Kementerian Ekonomi (MOEA).
Menurutnya, setelah mencatat penurunan tahunan sebesar 15,46% di bulan Juli, produksi industri untuk Agustus turun 10,53% dari tahun sebelumnya menjadi 91,38. Dengan ini, indeks produksi industri Taiwan telah turun berturutan dalam 15 bulan terakhir, merupakan periode kontraksi year-on-year terpanjang yang pernah ada dalam sejarah.
Sub-indeks sektor manufaktur, yang menyumbang lebih dari 90% total produksi industri di Taiwan, juga turun pada bulan Agustus sebesar 10,7% dari tahun sebelumnya menjadi 90,74, menandai penurunan tahunan selama 15 bulan berturut-turut pada sektor tersebut, juga merupakan periode kontraksi terpanjang dalam bidang manufaktur.
Namun secara bulanan, indeks produksi industri lokal naik 7,28% pada Agustus, dengan sub-indeks sektor manufaktur juga meningkat 7,86%, kata MOEA.
Sedangkan pada delapan bulan pertama tahun ini, dibandingkan tahun sebelumnya, produksi industri Taiwan turun 16,49% sementara produksi di sektor manufaktur turun 17,10%.
Wakil Kepala Departemen Statistik MOEA Huang Wei-jie (黃偉傑) mengatakan, “Produksi di sektor manufaktur Januari hingga Agustus tahun ini turun 17,10%. Jadi kalau ingin mencatat pertumbuhan positif dalam empat bulan mendatang, setiap bulan rata-rata harus mencatat pertumbuhan 38-40%. Ini sulit tercapai, maka kemungkinan pertumbuhan negatif untuk tahun ini akan sangat besar.”
Menurut Huang, laju pemulihan ekonomi global yang masih lambat adalah penyebab lemahnya permintaan dari pengguna akhir dan penyesuaian persediaan yang berkepanjangan dalam rantai pasokan dunia.