(Taiwan, ROC) --- Kementerian Pertanian Taiwan bersama dengan Departemen Lingkungan, Urusan Pangan, dan Pedesaan (Defra) dari Inggris menggelar “Konferensi Dialog Agrikultural Taiwan – Inggris ke-6” pada 19 September lalu, bertempat di Taipei untuk mendiskusikan beberapa hal. Kementerian Pertanian Taiwan pada 20 September menyampaikan, bahwa Kementerian Pertanian Taiwan dan Inggris akan menggelar dialog secara rutin untuk menyelesaikan masalah masuknya produk pasar yang menjadi perhatian kedua belah pihak, sekaligus memperdalam pertukaran dan kerja sama teknologi pertanian. Dengan demikian, diharapkan hal ini dapat mempromosikan kesejahteraan bagi para petani di kedua belah pihak, sekaligus memastikan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Dalam “Konferensi Dialog Agrikultural Taiwan – Inggris ke-6”, kedua belah pihak mendiskusikan beberapa topik seperti pencegahan dan pengawasan patogen flu burung (HPAI), kemudian kerja sama dalam penerapan produk protein nabati baru, perdagangan pertanian, harmonisasi peraturan, pertukaran teknis dalam sertifikasi hak varietas tanaman, dan masuknya pasar. Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa Taiwan dan Inggris telah menandatangani kesepakatan kerja sama di bidang pertanian pada 2021 untuk mendirikan mekanisme kerja sama pertanian bilateral. Meskipun pandemi COVID-19 berdampak pada pertukaran personil di tempat selama 3 tahun terakhir, tapi pertukaran bidang pertanian antara Taiwan dan Inggris terus berlanjut. Hampir 2 tahun terakhir ini, flu burung menjadi parah. Selain menyebabkan kematian sejumlah besar unggas liar, hal tersebut juga berdampak pada industri perunggasan di berbagai negara. Sebagai contoh, kekurangan pasokan internasional dari ayam dan telur, serta kenaikan harga produksi yang signifikan. Kepala Petugas Kedokteran Hewan Inggris (CVO) juga mengunjungi Taiwan bersama dengan delegasi Inggris lainnya dan bertukar opini profesional bersama dengan Biro Inspeksi Kesehatan Hewan dan Tanaman (APHIA) dari Kementerian Pertanian Taiwan. Institut Penelitian Kesehatan Hewan (NVRI) bersama mereka juga memberikan opini profesional terkait pendeteksian patogen flu burung sekaligus memberikan upaya pencegahan dan pengendaliannya, dimana hal ini merupakan bantuan besar bagi pengelolaan dan pengawasan penyakit ternak unggas di kedua belah pihak.
Kementerian Pertanian menekankan, Inggris merupakn mitra perdagangan produk pertanian yang penting bagi Taiwan. Tahun lalu (2022), produk-produk pertanian Taiwan yang diekspor ke Inggris utamanya adalah produk makanan olahan, minuman, roti dan kue, tepung singkong, cumi beku, dan daun teh dengan nilai sekitar US$ 37 juta. Sementara Taiwan mengimpor produk-produk Inggris yang terdiri dari wine, ikan salmon, ikan makarel, dan daging babi beku, dengan nilai sekitar US$ 593 juta.

(foto: Pixabay)