(Taiwan, ROC) --- Guna mencapai target nol emisi karbon pada tahun 2050, prinsip finansial berkelanjutan telah menjadi salah satu isu terpenting dalam industri keuangan di Taiwan pada sepanjang tahun 2023. Bank HSBC bekerja sama dengan Taiwan Business Council for Sustainable Development (BCSD) melaksanakan “Laporan Survei Keuangan Berkelanjutan Taiwan 2023”. Laporan tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 70% industri keuangan domestik telah mengintegrasikan ESG (Environmental, Social, and Governance) dengan prosedur internal mereka. Angka di atas diketahui meningkat signifikan sebesar 20% jika dibandingkan dengan survei sebelumnya. Namun, industri keuangan juga menunjukkan bahwa informasi kuantitatif ESG masih cukup minim, yang mana ini merupakan salah satu tantangan besar dalam mewujudkan prinsip keuangan berkelanjutan.
Pada tahun 2021, bank HSBC bekerja sama dengan BCSD, melakukan survei perdana di Taiwan di beberapa sektor meliputi perusahaan keuangan, konsultan investasi, sekuritas, serta asuransi. Setelah 2 tahun berlangsung, survei kedua kembali dilaksanakan semenjak tanggal 2 Mei hingga 9 Juni 2023. Berdasarkan hasil survei kali ini, dapat terlihat jika lembaga keuangan di Taiwan kian matang dalam menerapkan semangat ESG. Ada lebih dari 94,8% industri keuangan telah memasukkan ESG ke dalam sebagian atau seluruh proses pengambilan keputusan mereka. Hasil ini tidak berbeda jauh dengan survei sebelumnya.
Jika ditelaah lebih lanjut, maka dapat ditemukan bahwa industri keuangan yang telah mengintegrasikan ESG melalui dokumen prosedur internal telah melampaui 70%, atau dengan kata lain meningkat signifikan 20% jika dibandingkan dengan survei pertama kali. Pelaku industri keuangan mengungkapkan bahwa kurangnya informasi kuantitatif perihal ESG menjadi tantangan besar dalam menerapkan semangat finansial berkelanjutan. Mereka juga menyampaikan kekhawatiran perihal kurangnya informasi ESG yang dapat dibandingkan, serta keraguan terhadap data atau penilaian yang disediakan oleh pihak ketiga. Lembaga pemerintah terkait diharapkan dapat membantu perusahaan yang mendapatkan pinjaman atau investasi dari institusi keuangan, dalam menyediakan laporan evaluasi ESG yang lebih transparan.
Sekjen BCSD, Mo Tung-li (莫冬立) mengatakan, “Perusahaan yang tidak terdaftar atau UMKM mungkin menghadapi tantangan dalam mengungkapkan informasi ini karena tidak ada persyaratan hukum. Oleh karena itu, respons mereka cenderung pasif. Selain itu, mereka juga kurang persiapan dalam beberapa informasi. Isu mendesak saat ini adalah perubahan iklim dan pengurangan emisi. Ada banyak lembaga pemerintah yang membantu UMKM dalam melakukan audit karbon. Langkah pertama saat melakukan audit karbon adalah mengungkapkan informasi emisi karbon, dan beberapa data telah tersebar di berbagai lembaga pemerintah."
Wakil Kepala Divisi Pengembangan Berkelanjutan Perusahaan HSBC di Taiwan, Huang Ching-han (黃靖涵) menekankan, untuk mencapai target nol emisi nol karbon, HSBC telah menetapkan beberapa langkah yang dapat diterapkan oleh pelaku industri. Saat ini, fokus utamanya adalah memahami situasi yang tengah berkembang di antara pelanggan, serta menetapkan KPI yang sesuai.

(foto: 陳林幸虹)