(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 14 September 2023, Perdana Menteri Chen Chien-jen (陳建仁) memimpin rapat kabinet untuk mendengarkan laporan dari Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) mengenai "Penyesuaian Gaji Pokok".
Guna melindungi pekerja kelas bawah supaya mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup, maka skema penyesuaian gaji pokok kali ini disetujui. Mulai tanggal 1 Januari 2024, gaji pokok bulanan di Taiwan akan dinaikkan menjadi NT$ 27.470, sementara upah per jam meningkat menjadi NT$ 183, atau meningkat sebesar 4,05%.
Untuk kategori upah per jam, diprediksi ada sekitar 600.000 pekerja yang akan mendapatkan manfaat dari kenaikan gaji kali ini.
Total ada sekitar 2,39 juta pekerja di seluruh Taiwan yang akan merasakan kenaikan ini, di mana sekitar 2,05 juta diantaranya adalah pekerja domestik.
Juru bicara Yuan Eksekutif, Lin Tze-luen (林子倫) mengatakan, akibat perang antara Rusia dengan Ukraina serta fenomena perubahan iklim, membuat kapasitas bahan mentah dunia semakin berkurang. Yang pada akhirnya harus mendorong kenaikan pada harga barang kebutuhan pokok di dalam negeri.
Penyesuaian gaji pokok kali ini akan diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 2024 mendatang, dengan tujuan untuk melindungi kemampuan daya beli konsumsi pekerja kelas bawah dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka.
Ini juga menjadi pembuktian dari bulatnya tekad pemerintah dalam menjaga masyarakatnya.
PM Chen mengatakan, ini adalah penyesuaian gaji pokok tahunan kedelapan berturut-turut semenjak Presiden Tsai Ing-wen menjabat pada tahun 2016.
Ini juga menandai pemenuhan janji Presiden Tsai untuk meningkatkan gaji pokok masyarakat setiap tahun selama ia menjabat.
Keputusan untuk menaikkan gaji pokok merupakan kebijakan ketenagakerjaan paling representatif dari pemerintah.
PM Chen kemudian meminta MOL untuk segera menyusun undang-undang upah minimum.
Lin Tze-luen mengatakan, “Berdasarkan pengalaman sebelumnya saat menyesuaikan gaji pokok selama delapan tahun berturut-turut, maka undang-undang upah minimum akan disusun sesegera mungkin, lalu diajukan kepada pihak kabinet untuk ditinjau, sebelum diserahkan kepada Yuan Legislatif untuk disetujui.”
PM Chen menuturkan, perubahan struktur ketenagakerjaan di era pasca pandemi telah mendatangkan tantangan dan peluang tersendiri di pasar tenaga kerja.
Saat ini, ekonomi domestik sedang menghadapi berbagai tantangan seperti lesunya perekonomian global. Di samping itu, pemulihan ekonomi di masa mendatang juga dihadapkan pada banyak ketidakpastian.
Perdana Menteri meminta Komisi Pembangunan Nasional (NDC) dan Kementerian Ekonomi (MOE) untuk memperhatikan situasi internasional dan kondisi ekonomi domestik.
Dia juga meminta MOL untuk memantau perubahan situasi pasar tenaga kerja, serta memberikan dukungan yang tepat waktu kepada perusahaan yang terpengaruh oleh kondisi ekonomi dan masalah kekurangan tenaga kerja.
Selain itu, mengingat harga barang kebutuhan sehari-hari yang kian fluktuatif, PM Chen juga meminta kementerian terkait untuk memantau perubahan harga barang dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menstabilkan harga.