(Taiwan, ROC) Isu mengenai telur impor dari Brazil belakangan ini cukup menghebohkan, Tainung Egg Products yang disebut sebagai produsen mewakili pemerintah menyeleksi dan mencuci telur impor terlibat dalam kasus pelabelan palsu, dan telah berulang kali menyatakan kesalahan bukan pada pihaknya. Namun anggota DPR Kaoshiung Chiu Yu-hsuan (邱于軒) mendapati, pemilik Tainung Egg Products yang ditunjuk sebagai produsen penyeleksi dan mencuci telur ayam produksi dalam negeri, kali ini membantu menyeleksi telur impor dari Brazil, akan tetapi Chiu mendapati pada pelabelan kotak kemasan telur ayam bertuliskan produk dari Australia, membuat Chiu meragukan pelabelan pada kemasan? Chiu meminta pihak Tainung Egg Products Tu Wan-tsai (涂萬財) untuk memberikan penjelasan, namun hingga saat ini belum ada respons.
Chiu mengatakan, penjelasan dari pemilik Tainung, Kementerian Pertanian secara langsung meminta ia menyeleksi dan mencuci telur impor, sementara dalam negeri tidak ada ketentuan terkait mengenai telur impor, semua pengerjaan dilakukan sesuai dengan metode rutin, pelabelan tanggal masa kedaluarsa adalah hari pencucian telur ditambah dengan satu bulan. Pihak penyeleksi telur impor menjelaskan, “menjual telur lebih dari 40 tahun, telur produk dalam negeri, atas permintaan dari Kementerian Pertanian”, namun Chiu mendapati kemasan telur bertuliskan produk dari Australia, sehingga pantas untuk diragukan.
Chiu mengatakan, mereka menyebut produk dalam negeri, akan tetapi pada kemasan Tainung bertuliskan produk impor dari Australia. Ini menandakan selain telur impor ada yang berasal dari Brazil, juga ada yang berasal dari Australia. Ditambah lagi untuk tanggal pada kemasan juga bermasalah, maka membuatnya semakin ragu. Meskipun setelah Chiu mengecek di internet, telur impor dari Australia dikirim via udara, “namun meragukan kinerja Kementerian Pertanian yang perlu mengimpor telur dari luar negeri untuk kebutuhan dalam negeri ?”
Chiu mengatakan, Kementerian Pertanian harus meminta maaf kepada masyarakat, seharusnya Menteri Pertanian Chen Ji-chong mundur dari jabatannya, Chiu mengatakan Menteri Pertanian Chen tidak bisa memastikan waktu kedaluarsa dari telur impor Brazil, membuat masyarakat merasa kuatir, bahkan produsen yang dipercayakannya pun tidka bersedia membantunya menanggung kesalahan ini, warga sudah tidak percaya dengan kinerja Kementerian Pertanian, berharap segera dapat menghindari kesalahan dan orang jahat, yang merugikan kehidupan masyarakat dalam berkonsumsi.