(Taiwan, ROC) -- Direktorat Jendral Budjet, Akuntansi dan Statistik (Directorate General of Budget, Accounting and Statistics/DGBAS) mengumumkan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) untuk Agustus yang menunjukan penambahan tahunan 2,52%, sekali lagi kembali ke angka di atas 2%, di antara terdapat penyusutan untuk harga telur hingga menjadi 0,28%, mengores titik terendah dalam 33 bulan terakhir. DGBAS beranggapan dampak dari taifun pada Agustus ditambah dengan pengaruh dari unsur kenaikan harga minyak dan unsur jangka pendek lainnya sehingga mendongkrak harga sayur dan buah serta bahan bakar minyak. Apabila dikurangi dengan harga sayur dan buah maka fluktuasi CPI Agustus tidak berbeda banyak dengan CPI Juli, sementara CPI September juga akan mempertimbangkan musim taifun selama 2 tahun terakhir jatuh pada September sehingga penambahan tahunan pada September tidak akan berbeda jauh dengan CPI Agustus ini.
Pengaruh dari taifun Doksuri yang menyerang pada akhir Juli dan taifun Khanun pada awal Agustus lalu yang mendatangkan hujan lebat sehingga harga sayur dan buah di pasaran, begitu pula dengan harga minyak yang naik seiring dengan meningkatnya harga minyak internasional. DGBAS pada pertengahan minggu lalu mengumumkan CPI Agustus yang memperlihatkan kenaikan sebesar 0,55% menjadi 2,52% dibandingkan dengan bulan sebelumnya, angka ini tidak saja kembali pada standar di atas 2%, tetapi juga mencatat rekor tertinggi selama bulan terakhir..
Namun DGBAS menekankan, dampak dari taifun, kenaikan harga minyak internasional dan lainnya yang semua adalah unsur jangka pendek, untuk itu apa bila mengabaikan harga sayur, buah dan minyak bumi, maka fluktuasi CPI Agustus kurang lebih sama dengan CPI Juli.
DGBAS juga menekankan, saat ini CPI bisa menembus angka 2% karena adanya unsur jangka pendek, masyarakat tentu dapat merasakan, diharapkan untuk jangka panjang harga barang akan kembali stabil, jika dilihat dari jangka pendek, selain adanya taifun Saola dan taifun Haikui pada awal September ini yang tentu akan memengaruhi harga buah dan sayur, selain itu selama 2 tahun terakhir ini bulan September menjadi bulan taifun, oleh karena itu perkiraan penambahan CPI tahunan September juga akan seperti Agustus.

(sumber foto: CNA)