History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Skala Kenaikan Upah Pokok Diumumkan Hari Ini, Pekerja Minta NT$ 28 K, Pemberi Kerja Tolak Skala Kenaikan Gaji 4%

  • 08 September, 2023
  • 陳柏萇
Skala Kenaikan Upah Pokok Diumumkan Hari Ini, Pekerja Minta NT$ 28 K, Pemberi Kerja Tolak Skala Kenaikan Gaji 4%
Skala Kenaikan Upah Pokok Diumumkan Hari Ini, Pekerja Minta NT$ 28 K, Pemberi Kerja Tolak Skala Kenaikan Gaji 4%

(Taiwan, ROC) -- Komite Peninjau Upah Pokok pada hari Jumat (8/9) pukul 10:00 tepat menggelar rapat membahas kenaikan upah pokok terakhir kalinya dalam masa jabatan Presiden Tsai Ing-wen, skala kenaikan menarik perhatian. Serikat buruh menggelar konferensi pers sebelumnya dan menyatakan, upah pokok wajib naik dalam skala besar, gaji bulanan tidak semestinya di bawah NT$ 28.000,-, skala kenaikan 6%; akan tetapi pemberi kerja beranggapan, sejak akhir tahun lalu industri manufaktur melesu, tidak mungkin disama-ratakan dengan kalangan militer dan PNS mengalami kenaikan 4%.

Sejak Presiden Tsai Ing-wen menjabat pada tahun 2016, upah pokok telah mengalami kenaikan berturut-turut selama 7 tahun, hingga saat ini upah pokok sebesar NT$ 26.600, upah per jam NT$ 176,-. Dikarenakan sikap pemberi kerja juga tidak membantah kenaikan ini, ditambah lagi menjadi kenaikan terakhir kali pada masa akhir jabatan Presiden Tsai Ing-wen, maka skala kenaikan menjadi perhatian masyarakat umum.

Serikat buruh yang meliputi perwakilan dari Taiwan Confederation of Trade Union (TCTU), Serikat Buruh Industri Taipei menggelar konferensi pers sebelum rapat pembahasan, mereka menunjuk “upah minimum menjadi aib negara”, mengimbau agar skala kenaikan upah pokok diperbesar, tidak pantas gaji bulanan hanya sebesar NT$ 28.000,-, upah per jam juga tidak semestinya di bawah NT$ 186,-, meminta pemerintah memenuhi janji dan segera melegalisasikan UU upah pokok minimum.

Pemberi kerja mengatakan, revitalisasi ekonomi pada paruh akhir tahun dikarenakan periode dasar tahun lalu terlalu rendah, bukan revitalisisasi sebenarnya, ditambahkan lagi kenaikan upah menjadi pukulan besar bagi pelaku industri manufaktur. Berkaitan dengan kenaikan upah kali ini apakah akan disesuaikan dengan kalangan militer, PNS yang mengalami kenaikan 4%, pemberi kerja beranggapan untuk perhitungan dasar yang berbeda dan tidak dapat diperbandingkan.

Ketua Pelaksana Taiwan Confederation of Trade Union (TCTU) Ho Yu (何語) mengatakan, “Lagipula kenaikan gaji kalangan militer, PNS sekali dalam 5-6 tahun, atau 10 tahun sekali, sementara upah pokok kami telah mengalami kenaikan selama 8 tahun berturut-turut, dasar perhitungan upah pokok tidak sama, dikarenakan kalangan PNS, militer mengadopsi poin value untuk perhitungan upah pokok, maka kami tidak dapat menggunakan perhitungan demikian, sangat irrasional bagi kami.

Menaker Hsu Ming-chun (許銘春) sebelum pertemuan menyampaikan, warga sangat merasakan skala kenaikan harga barang, pemberi kerja sektor industri mengeluhkan kekurangan tenaga kerja, mereka juga bersedia untuk menambah gaji untuk mendapatkan tenaga kerja, akan tetapi dikarenakan mendapat pengaruh dari resesi ekonomi internasional maka kinerja industri manufaktur tidak bagus. Menaker Hsu Ming-chun mengatakan, beberapa institusi memprakirakan paruh akhir tahun akan membaik, tahun depan semakin baik, maka bagaimana melindungi pekerja kaum lemah, mempertahankan daya konsumsi untuk kebutuhan pokok dalam tren ekonomi saat ini yang menjadi isu pembahasan rapat kali ini.

Komentar

Terbarumore