(Taiwan, ROC) -- Lembaga pemeringkat kredit internasional Fitch Ratings mengumumkan pada 23 Agustus, bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Taiwan tahun ini diperkirakan adalah 1%, lebih rendah daripada tahun 2022. Alasan utamanya adalah ekonomi global yang melemah dan industri semikonduktor yang secara signifikan menurun setelah pandemi. Ekspor Taiwan yang utamanya adalah produk-produk berteknologi tinggi secara umum menurun dan permintaan investasi juga melemah. Meskipun ekonomi telah berada di tingkat terendah, pertumbuhan ekspor juga masih negatif.
Fitch percaya bahwa kepopuleran uang tunai dan kelonggaran perbatasan telah membuat konsumsi pribadi yang kuat serta menjadi pengemudi utama dalam pertumbuhan ekonomi Taiwan. Kemajuan teknologi informasi akan mempromosikan ekonomi Taiwan secara kuat dan jika industri teknologi dapat membaik di akhir tahun sesuai harapan, maka pertumbuhan ekonomi tahun depan dapat meningkat ke 2,8%. Thomas Rookmaaker, Kepala Pemeringkatan Kedaulatan Asia-Pasifik dari Fitch Ratings mengatakan, “hambatan struktural seperti meningkatnya ketegangan lintas-selat dan populasi yang menua dapat menambah tantangan yang dihadapi dalam prospek pertumbuhan jangka menengah.”
Fitch juga menyebutkan bahwa Taiwan memiliki posisi kreditor eksternal bersih yang besar dan memiliki cadangan devisa yang cukup, menjadikan keuangan eksternal Taiwan masih termasuk yang terkuat di antara negara-negara dan kawasan yang diperingkat oleh Fitch. Peringkat secara keseluruhan adalah “AA”, yang berarti “pandangan perkiraan stabil”, tapi jika dibandingkan dengan ekonomi wilayah “AA” lainnya, pendapatan per kapita Taiwan relatif rendah.