(Taiwan, ROC) -- Komite Peninjauan Upah Minimum akan mengadakan diskusi membahas peningkatan gaji pokok di tahun depan pada 8 September mendatang. Para peneliti percaya, meskipun industri manufaktur dan permintaan industri dalam negeri mengalami perbedaan, tapi peninjauan tersebut harus merefleksikan pertumbuhan tahunan dari indeks harga konsumen (CPI). Di tahun ini hasil peninjauan upah minimum tidak dapat kurang dari 2%.
Komite Peninjauan Upah Minimum akan mengadakan pertemuan setahun sekali pada 8 September mendatang. Perwakilan tenaga kerja, pihak pengusaha, politisi, dan peneliti akan meninjau penetapan upah minimum untuk tahun depan bersama-sama.
Terkait dengan inflasi, dalam pertemuan kecil terkait upah minimum, pihak pengusaha dan pekerja telah setuju dengan adanya peningkatan upah, tapi jumlah pastinya akan diputuskan dalam pertemuan komite peninjauan. Dengan adanya fakta bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi tahun ini tidak sebaik sebelumnya dan industri manufaktur juga cukup berbeda dengan permintaan industri dalam negeri, jumlah penyesuaian telah menarik lebih banyak perhatian.
Kepala Kamar Dagang Taiwan Hsu Shu-po (許舒博) beberapa hari lalu menyampaikan bahwa kenaikan upah minimum sebesar 3% dapat diterima dan dapat membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja di bidang industri pelayanan. Namun, memperhatikan resesi di tahun ini, Ketua The Third Wednesday Club Lin Bo-feng (林伯豐) percaya bahwa kenaikan upah minimum lebih dari 2% tidak dapat diterima.
Associate professor dari Institut Pengembangan Nasional Universitas Nasional Taiwan (NTU) Hsin Ping-lung (辛炳隆) mengungkapkan, bahwa menurut pemahaman diam-diam dari musyawarah sebelumnya, hasil musyawarah pasti akan mencerminkan tingkat pertumbuhan tahunan indeks harga konsumen (CPI), yang saat ini diperkirakan sebesar 2,1%. Sementara, pengumuman dari Federasi Perkumpulan Dagang agar penyesuaian tidak lebih dari 2%, kemungkinannya tidaklah besar.
Berdasarkan pemahaman dari peninjauan upah dasar sebelumnya, penyesuaian upah berdasarkan peningkatan tahunan dihitung dari indeks harga konsumen, ditambah dengan tingkat pertumbuhan ekonomi, kemudian tenaga kerja dan modal yang dibagi setengah-setengah. Berdasarkan perhitungan itu, Hsin Ping-lung menyampaikan bahwa penyesuaian seharusnya sekitar 3%, tapi di masa lalu hal itu tidak selalu terjadi, di mana dalam tingkat pertumbuhan ekonomi ada pembagian antara tenaga kerja dan modal. Hal ini pun masih perlu didiskusikan.
Hsin Ping-lung juga mengungkapkan bahwa kesejahteraan dari industri manufaktur tidak baik. Di masa lalu, industri teknologi informasi dan industri elektronik cukup baik, tapi kini kurang baik karena adanya tekanan inventoris. Hal ini juga perlu didiskusikan dan dipertimbangkan dalam pertemuan peninjauan.
Profesor Li Jian-hong (李健鴻) dari Departemen Tenaga Kerja dan Sumber Daya Manusia Universitas Budaya Tionghoa (PCCU), menyampaikan bahwa menurut data yang ada industri manufaktur dan teknologi tidak cukup baik di tahun ini, sementara industri pelayanan dalam negeri lebih baik daripada industri manufaktur. Hal ini merupakan kebalikan dari situasi 2 tahun sebelumnya.
Li Jian-hong percaya, penyesuaian upah dasar yang lebih tinggi dapat memberikan keuntungan bagi para pekerja dengan upah minimum-menengah, dan hasil laporan keuangan perusahaan juga memperlihatkan bahwa industri manufaktur ataupun teknologi percaya bahwa situasi di kuartal keempat akan menjadi lebih baik. Memperhitungkan hal ini, diharapkan hasil musyawarah tahun ini juga dapat menjadi lebih tinggi.