(Taiwan, ROC) - Nilai produksi sektor manufaktur Taiwan untuk kuartal kedua 2023 mencatat penurunan tahunan hampir 20%, menandai penurunan selama tiga kuartal berturut-turut seiring terus turunnya investasi dan konsumsi, demikian berdasarkan data terbaru yang dikumpulkan dan dirilis oleh Departemen Statistik di bawah Kementerian Ekonomi (MOEA).
Data tersebut menunjukkan, output yang dibukukan oleh sektor manufaktur berorientasi ekspor turun 19,57% dari tahun sebelumnya menjadi NT$4,21 triliun pada kuartal kedua, lebih tajam dari 13,59% yang tercatat pada kuartal pertama dan 5,73% pada kuartal keempat tahun lalu.
MOEA mengatakan siklus kenaikan suku bunga yang agresif didorong oleh tekanan inflasi yang tinggi telah merugikan ekonomi dan permintaan konsumen, sementara kelemahan dalam nilai produksi pada kuartal kedua mencerminkan penyesuaian inventaris yang berkelanjutan dalam rantai pasokan global.
Industri komponen elektronik, salah satu tulang punggung ekspor Taiwan, membukukan output sekitar NT$1,21 triliun pada periode April-Juni, turun 22,70% dari tahun sebelumnya. Ini, menurut MOEA, adalah dampak dari pemasok semikonduktor yang mengalami lemahnya permintaan global sehingga menekan nilai produksi di segmen industri semikonduktor sebesar 25,20% menjadi NT$704,3 miliar.
Selain itu, data menemukan, pembuat panel datar juga mengalami penurunan produksi tahun-ke-tahun sebesar 14,02% senilai NT$136,9 miliar akibat melemahnya permintaan serta jatuhnya harga produk; sementara industri komponen elektronik menyumbang 28,72% dari total nilai output sektor manufaktur.
Dari semua sektor, hanya industri otomotif dan suku cadang mobil menikmati peningkatan produksi tahun-ke-tahun sebesar 10,70% pada periode April-Juni dengan nilai produksi sebesar NT$127,0 miliar, menandai pertumbuhan kuartal keempat berturut-turut seiring terus diluncurkannya model baru oleh vendor mobil untuk meningkatkan penjualan.
MOEA juga melaporkan, menghitung data paruh pertama tahun ini, nilai produksi sektor manufaktur Taiwan turun dengan tingkat yang lebih tinggi yakni 57,62% dari tahun sebelumnya menjadi NT$8,43 triliun.
Adapun untuk paruh kedua tahun ini, MOEA mengatakan efek musim puncak serta semakin populernya teknologi baru seperti perangkat komputasi berkinerja tinggi, kecerdasan buatan, dan elektronik otomotif, diharapkan memberikan beberapa dukungan ke sektor manufaktur; namun, dampak yang tersisa dari inflasi tinggi dan suku bunga, perang Rusia-Ukraina dan ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing diperkirakan akan terus berdampak pada produksi.