(Taiwan, ROC) -- Kementerian Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mengumumkan bahwa polikarbonat Taiwan adalah produk dumping dan mulai 15 Agustus mengimplementasikan bea masuk anti dumping sementara dalam bentuk deposit. Terkait hal ini, Wakil Menteri Perekonomian Taiwan, Chen Chern-chyi (陳正祺) merespons bahwa ia akan memberikan konseling bagi industri yang terdampak dan menyediakan subsidi finansial agar pihak indurstri dapat aktif menanggapi tuntutan hukum, melindungi hak dan kepentingan mereka. Di lain pihak, hal itu juga dapat membantu pihak industri untuk membagi pasar.
Berdasarkan data statistik dari bea cukai, pasar utama ekspor polikarbonat Taiwan adalah RRT dengan nilai ekspor tahunan sekitar US$ 800 juta hingga US$ 1 miliar, terhitung sebanyak 70%. Namun, Kementerian Perdagangan RRT baru-baru ini mengumumkan bahwa polikarbonat Taiwan merupakan produk dumping, sehingga dapat merugikan perusahaan-perusahaan RRT. Untuk itu, mereka memutuskan untuk mengimplementasikan bea masuk anti dumping sementara bagi perusahaan-perusahaan Taiwan dalam bentuk deposit, dengan nilai pajak tertinggi mencapai 22,4% mulai 15 Agustus.
Terkait hal ini, Wakil Menteri Chen Chern-chyi pada 15 Agustus menyampaikan bahwa hal ini merupakan prosedur anti dumping tersendiri dari RRT, sesuai dengan prosedur di masa lalu. Namun, terkait dengan implementasi anti dumping terhadap polikarbonat Taiwan, kementerian juga akan membantu industri dalam 3 aspek, yaitu pembinaan, subsidi, dan diversifikasi pasar. Ia mengatakan, “kali ini ia memberlakukan pajak anti-dumping sementara. Kami memiliki penasehat dan kami juga menyediakan subsidi finansial untuk menyewa pengacara yang secara aktif dapat merespon menanggapi gugatan dan melindungi hak dan kepentingannya. Di sisi lain, kami juga membantu pihak industri untuk mendiversifikasi arah pasar. Namun, Kementerian Perekonomian akan memiliki penjelasan yang lebih rinci tentang situasi spesifik tersebut.”
Perusahaan-perusahaan Taiwan yang disebut, seperti Formosa Chemicals & Fibre Corp (FCFC) dan Chimei mengemukakan bahwa tidak ada produk dumping yang diekspor ke Daratan Tiongkok, mereka pun akan berkomunikasi dengan Kementerian Perdagangan. Sumber yang relevan menunjukkan bahwa Kementerian Perekonomian berdiskusi dengan industri pada bulan Desember tahun lalu bagaimana menanggapi, dan membantu menanggapi gugatan tersebut dan memahami situasinya. Keputusan akhir diharapkan akan dirilis pada 30 November, jika dumping tidak jadi ditetapkan pada saat itu, pihak RRT harus mengembalikan deposit, tetapi jika ditetapkan, pihak pabrik juga percaya bahwa proses investigasi RRT cacat atau keputusannya tidak adil, dapat mengajukan gugatan ke WTO.