History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kemenko: Bahasa Politik Cemari Listrik Hijau, Merugikan Daya Saing Industri Taiwan

  • 17 August, 2023
  • 鄭蕙玲
Kemenko: Bahasa Politik Cemari Listrik Hijau, Merugikan Daya Saing Industri Taiwan
Listrik hijau telah menjadi faktor produksi yang penting dan bagian dari pembangunan infrastruktur dalam pengembangan industri Taiwan. Panel surya di atas gedung FoxConn Tucheng (foto/; CNA)

(Taiwan, ROC) Pengembangan energi hijau baru-baru ini menjadi fokus kampanye pemilu, Direktorat Jenderal Energi Kementerian Perekonomian menyampaikan, berkaitan dengan pernyataan pencemaran nama baik dan fitnahan terhadap energi hijau, energi hijau telah menjadi bagian dalam rantai pembangunan infrastruktur dan pengembangan industri Taiwan yang penting, mencakup kandidat parpol oposisi berlanjut mengusung semakin banyak visi pembangunan energi hijau, maka terkait serangan maupun pembelaan kampanye tidak semestinya merusak daya saing industri Taiwan.

Melalui konferensi pers Kementerian Perekonomian menyampaikan, kamar dagang Eropa, kamar dagang AS dan negara lainnya menunjukkan secara jelas permintaan perusahaan akan energi terbarukan semakin bertambah. Asosiasi industri, niaga atau TSMC beranggapan, pembangunan energi hijau Taiwan agak lambat, semestinya mengambil langkah dipercepat. Produsen internasional seperti Google, Micron Technology pernah mengungkapkan, berharap pemerintah bisa menyediakan listrik hijau, menonjolkan betapa pentingnya pengembangan energi hijau dan pentingnya bagi industri dalam persaingan internasional.

Kemenko mengatakan, sebagai contoh Prakarsa RE100 meliputi perusahaan besar diantaranya Google, Apple, Facebook, dan Microsoft sebagai anggota utama, rantai pasokan teknologi Taiwan yang penting adalah supplier utama, semua ada permintaan untuk listrik hijau.

Kemenko mengatakan, ada sebagian kritikan terhadap penawaran dan pengadaan pemerintah untuk pengembangan industri energi disampaikan secara tidak tepat. Sebenarnya, proses pengembangan energi hijau mengadopsi model feed in tariff terlebih dahulu, kemudian transfer ke supplier dan pelelangan. Pada tahap awal, listrik dibeli dengan feed in tariff, kemudian produsen energi akan langsung menjualnya ke perusahaan swasta yang membutuhkan tenaga hijau, sehingga tidak perlu membayar ke Taipower.

Menurut Kemenko, sistem feed in tariff ditetapkan pada tahun 2009. Jika mengambil fotovoltaik surya sebagai contoh, pada tahun 2010, rata-rata kWh listrik adalah NT$11,75, kemudian, harga listrik turun menjadi NT$4,46 per kWh pada tahun 2023. Sepanjang sejarah pengembangan energi terbarukan, nilai melampaui dari NT$ 10 dan bukan suatu keuntungan, kemudian tahun 2023 menjadi NT$ 4 lebih, sama-sama bertujuan untuk membangun transformasi sumber energi nasional dan mengimbau warga untuk lebih bijaksana dalam memberi penilaian.

Komentar

Terbarumore