(Taiwan, ROC) - Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di Taiwan meningkat untuk bulan ketiga berturut-turut pada bulan Juli, utamanya disebabkan oleh pertumbuhan indikator investasi seperti bursa saham, sementara fundamental ekonomi dalam kelemahan ekspor tidak banyak berubah.
Berdasarkan statistik terbaru yang dirilis Pusat Riset Perkembangan Ekonomi Taiwan (RCTED) di National Central University (NCU), IKK Juli mencatat pertumbuhan 1,73 poin dari bulan sebelumnya menjadi 68,39 poin, tertinggi sejak April 2022 di mana IKK mencatat 71,77 poin.
Menurut RCTED, IKK mengukur tingkat keyakinan warga dalam enam faktor, yakni prospek pekerjaan, keuangan keluarga, harga konsumen, iklim ekonomi lokal, bursa saham, dan kemungkinan membeli barang tahan lama selama enam bulan ke depan; dan semua sub-indeks tersebut mengalami peningkatan pada bulan Juli.
Direktur RCTED Dachrahn Wu (吳大任) mengatakan, sub-indeks bursa saham naik paling banyak sebesar 5,1 poin dari bulan sebelumnya menjadi 49,2 di bulan Juli, pada prinsipnya disebabkan oleh naiknya indeks Bursa Efek Taiwan (TAIEX) kembali ke angka 17.000 poin karena mendapat dorongan dari antusiasme terhadap pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Wu menerangkan, optimisme bahwa siklus kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS akan segera berakhir juga mendorong investor untuk berinvestasi di bursa saham, yang membuat TAIEX melonjak 3.119,83 poin atau sekitar 22% sejak awal tahun, dan ditutup pada 17.292,93 poin pada hari Jumat lalu.
Selain itu, lanjut Wu, konsumen tampak tertarik untuk berbelanja barang tahan lama sehingga sub-indeks pada faktor tersebut naik 2,05 dari bulan sebelumnya menjadi 111,75 poin pada bulan Juli, menandai pertumbuhan tertinggi kedua di antara enam faktor.
Survei menemukan, sub-indeks pada harga konsumen, pekerjaan dan keuangan keluarga juga naik masing-masing sebesar 1,7, 0,65 dan 0,6 menjadi 26,4, 66,1 dan 76 poin pada bulan Juli; sedangkan sub-indeks iklim ekonomi lokal mencatat pertumbuhan terkecil yakni 0,3 menjadi 80,9 poin.
Wu menganalisis, meskipun permintaan domestik tetap solid pasca era COVID-19, ekspor memburuk setelah pelemahan permintaan global membebani sentimen konsumen. Akibatnya, nilai ekspor yang berfungsi sebagai tulang punggung ekonomi Taiwan mencapai US$ 202,1 miliar pada enam bulan pertama tahun ini, berkurang 18% dari tahun sebelumnya.
Survei IKK dari RCTED mengumpulkan 2.946 kuesioner valid dari konsumen di Taiwan yang berusia 20 tahun ke atas pada 17-20 Juli. Tingkat kepercayaannya adalah 95% dengan margin kesalahan plus minus 2,0%.