(Taiwan, ROC) – Kekurangan tenaga kerja di bidang industri konsumsi sehari-hari terus terjadi! Bank tenaga kerja merilis hasil survei pada 18 Juli, menyampaikan bahwa industri konsumsi di kuartal pertama tahun 2023 mengalami kekurangan tenaga kerja 382.000 orang, mencapai rekor tertinggi. Selain angka kelahiran yang rendah, rata-rata gaji bulanan yang berada di angka antara NT$ 37.000 – NT$ 41.000 merupakan yang terendah di bidang industri secara keseluruhan, tidak kondusif bagi pihak perusahaan untuk mempertahankan atau mendapatkan talenta
Bank Tenaga Kerja 104 dalam publikasi Buku Putih Talenta Industri Konsumsi 2023 menganalisis bahwa dalam 10 tahun belakangan industri konsumsi sehari-hari, termasuk katering, retail, grosir, jasa layanan akomodasi, olah raga, pariwisata, dan rekreasi memiliki 10,18 juta lowongan kerja dengan total 1,91 juta data gaji dalam 5 tahun terakhir.
Dalam publikasi terkait dengan kuartal pertama 2023, rata-rata kekurangan tenaga kerja bulanan dalam industri konsumsi adalah 382.000 orang, mencapai rekor tertinggi dengan kekurangan 171.000 orang di bidang katering. Lisher Wu (吳麗雪) Kepala Strategi Grup 104 menganalisis, selain tingkat kelahiran rendah, rata-rata gaji bulanan terkait industri konsumsi adalah NT$ 37.000 – NT$ 41.000, berada di peringkat bawah dari industri secara keseluruhan. Kenaikan gaji beberapa tahun belakangan ini juga terendah, lebih rendah dari penyesuaian gaji pokok kumulatif. Kegagalan memperluas penyesuaian gaji, peningkatan insentif kesejahteraan, atau peningkatan kondisi kerja dapat merugikan kemampuan perusahaan untuk mempertahankan dan berkompetisi mendapatkan talenta. Ia mengatakan, “apa yang ingin kami serukan adalah adanya kesenjangan sebanyak NT$ 171.000 industri katering. Jika pihak perusahaan mau meningkatkannya hingga NT$ 44.700, saya rasa hal itu dapat meringankan isu kekurangan tenaga kerja.”
Lisher Wu menunjukkan bahwa selain peluru perak berupa kenaikan gaji yang besar, energi perekrutan dapat diinvestasikan bagi mereka yang berada pada usia pertengahan dan para lansia. Di saat yang sama juga dapat memperluas gudang talenta, seperti memperlonggar syarat, mengadopsi berbagai cara seperti mempekerjakan pekerja paruh waktu, magang, waktu kerja yang fleksibel serta penjadwalan, seperti jadwal per 4 jam, sehingga ibu rumah tangga dapat membagi waktunya dan mengisi kesenjangan tersebut. Selain itu, dapat juga memberikan sistem kerja jarak jauh bagi personil untuk meningkatkan keunggulan mempertahankan dan merekrut talenta.