(Taiwan, ROC) Dalam rangka meningkatkan swasembada pangan Indonesia, tim perwakilan Taiwan di Indonesia berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi menggelar “program pemasaran bawang merah dan bawang putih provinsi Sumatera Utara”, beberapa hari yang lalu mengadakan kegiatan sharing, pembagian hasil panen bawang merah dan putih yang dibudidayakan, turut dihadiri oleh Kepala Kantor Perwakilan Republik Tiongkok di Indonesia John Chen (陳忠) dan beberapa pejabat Indonesia.
Kantor Ekonomi dan Dagang Taipei di Jakarta (TETO) mengeluarkan pers rilis dan menyampaikan, pada awal tahun ini, pihaknya mengutus tim perwakilan berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi menggelar “program pemasaran bawang merah dan bawang putih provinsi Sumatera Utara”. Tim praktisi memberikan pembinaan di lahan percontohan 5 ha di Sumatera Utara, mencakup penyesuaian kemiringan tanah, peningkatan bahan organik pada tanah, pemasangan pipa irigrasi dan membangun waduk dan lainnya, upaya selama 6 bulan telah membuahkan hasil.
Tim praktisi dari kantor perwakilan Taiwan mengajarkan petani lokal bagaimana memanfaatkan daun bawang merah untuk membuat biskuit bawang, di masa mendatang akan bereksperimen dengan bercocok tanam berbagai varietas bawang putih, memberi contoh kepada petani lokal dan saat bersamaan memperkenalkan kepada pelaku industri logistik pertanian.
John Chen mengatakan, tim praktisi Taiwan telah mengakar di Indonesia selama 47 tahun, telah menjelajahi seluruh pelosok di Indonesia, mencakup Pulau Jawa, Pulau Bali dan Sulawesi. Tahun ini merupakan pertama kalinya program berjalan di Sumatera Utara, sangat mengapresiasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, pemda setempat dan masyarakat yang menyediakan lahan kepada tim praktisi Taiwan menjadi titik percontohan budidaya tanaman.
John Chen mengatakan, para pengusaha Taiwan yang bergerak di bidang logistik produk pertanian dan industri konstruksi ikut serta dalam kegiatan ini, diantaranya ada 4 pengusaha Taiwan dimediasi dan bernegosiasi kerja sama peluang bisnis. Ada pengusaha Taiwan yang mendonasi lahan lokal untuk dijadikan sebagai gudang pertanian, memudahkan penyimpanan produk dan mesin pertanian.
TETO menyampaikan, di masa mendatang akan terus mendorong semakin banyak pengusaha Taiwan meninjau daerah lokal dan membantu pembudidayaan pertanian lokal. TETO mengatakan, program ini sangat sukses dan meletakkan dasar kuat, yang menunjukkan melalui pembinaan pertanian teknis dan berbagi pengalaman kepada petani Indonesia, dengan perluasan percontohan lahan pertanian untuk membantu pemerintah Indonesia mewujudkan capaian swasembada pangan lebih awal.