(Taiwan, ROC) -- Badan Statistik Kementerian Ekonomi mengumumkan, omset industri kuliner (F&B) mencapai rekor tertinggi pada empat bulan pertama tahun ini, tetapi mengalami krisis tenaga kerja yang parah. Menjelang masa liburan musim panas, industri F&B dan akomodasi mengalami krisis tenaga kerja yang signifikan. Menurut Bank Tenaga Kerja 1111, basis data mereka menunjukkan, terdapat hingga 110.000 peluang kerja terkait, termasuk pekerjaan penuh waktu, paruh waktu, dan kerja per jam untuk saat ini. Angka tersebut meningkat sebesar 13% dibandingkan dengan periode yang sama pada Juni tahun lalu.
Baru-baru ini, banyak lulusan baru yang mempertimbangkan untuk terjun ke industri F&B. Menurut Direktur Hubungan Masyarakat Bank Tenaga Kerja 1111 Eva Chen (陳尹柔), kepala pelayan restoran yang memiliki pengalaman kerja kurang dari 1 tahun, rata-rata gaji bulanan mereka sekitar NT$32.500. Namun, setelah memiliki pengalaman kerja selama 1 tahun atau lebih, gaji mereka naik sebesar 13% menjadi sekitar NT$36.800. Jika memiliki pengalaman selama 5 tahun atau lebih, gaji dapat melampaui NT$40.000 (sekitar Rp19,3 juta), tidak kalah dengan para profesional kantor reguler.
Namun, Eva Chen menyampaikan, pekerjaan kepala pelayan di restoran juga tidak mudah. Tugas utamanya adalah mengatur tugas para pelayan, memeriksa kehadiran mereka, dan membuat jadwal kerja. Selain itu, dia juga harus mengawasi tata cara berpakaian, sikap pelayanan, kesopanan, kebersihan, dan keamanan staf, juga bertanggung jawab untuk menyusun penataan lingkungan tempat usaha dan persediaan peralatan. Dalam urusan yang berhubungan dengan pihak luar, kepala pelayan harus menangani pemesanan acara, keluhan pelanggan, dan lainnya. Sama seperti manajemen operasional, pekerjaan ini memerlukan banyak keterampilan agar bisa mengatasi beragam kendala dengan lancar.