(Taiwan, ROC) - Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) memangkas perkiraan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Taiwan untuk tahun 2023 menjadi 2,04%.
Mengutip kinerja ekspor yang lemah, DGBAS memangkas perkiraan laju PDB sebesar 0,08% dari perkiraan sebelumnya yang dibuat pada Februari menjadi 2,04% , level terendah sejak 2015 ketika ekonomi lokal tumbuh 1,47% .
Wakil Dirjen DGBAS Tsai Hung-kun (蔡鴻坤) mengatakan bahwa inflasi yang tinggi, siklus kenaikan suku bunga yang agresif, dan perang Rusia-Ukraina masih memengaruhi permintaan global, memaksa rantai pasokan untuk melakukan penyesuaian inventaris sehingga DGBAS harus memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk 2023.
Di tengah melemahnya permintaan global dan karena basis perbandingan yang relatif tinggi tahun lalu, DGBAS juga menurunkan perkiraan untuk pertumbuhan ekspor sebesar 0,64% menjadi minus 0,60%, sedangkan nilai ekspor barang dagangan diperkirakan turun 7,27% dari tahun sebelumnya menjadi US$444,6 miliar.
Tapi DGBAS menaikkan perkiraan pertumbuhan impor barang dagangan dan jasa Taiwan sebesar 0,16% menjadi 0,82%, pada prinsipnya disebabkan bertambahnya wisatawan Taiwan yang menuju luar negeri, yang selanjutnya mendukung impor jasa.
DGBAS juga memperkirakan, pelonggaran pengendalian pandemi COVID-19 dan serangkaian kebijakan menstimulasi ekonomi pasca pandemi, termasuk pembagian uang tunai sebesar NT$6.000 oleh pemerintah kepada semua warga dan penduduk Taiwan, termasuk warga asing tertentu, diperkirakan akan meningkatkan konsumsi domestik sekitar 0,3%, sehingga DGBAS menaikkan perkiraan pertumbuhan konsumsi swasta untuk 2023 sebesar 1,68% menjadi 6,92%.
Menurut DGBAS, PDB Taiwan turun 2,87% pada kuartal pertama tahun ini, meski meningkat 0,15% dari perkiraan awal minus 3,02% pada bulan April, merupakan yang terburuk dalam 14 tahun terakhir.
Sementara mulai kuartal kedua, ekonomi diperkirakan akan membaik dan kembali ke pola pertumbuhan normal dan diharapkan tumbuh 1,82% pada kuartal kedua, 3,18% pada kuartal ketiga, dan 5,77% pada kuartal keempat.