History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Transaksi Properti di 6 Kota Terbesar di Taiwan Anjlok 24% Year-on-Year

  • 10 April, 2023
  • 陳志勇
Transaksi Properti di 6 Kota Terbesar di Taiwan Anjlok 24% Year-on-Year
Transaksi Properti di 6 Kota Terbesar di Taiwan Anjlok 24% Year-on-Year

(Taiwan, ROC) - Transaksi properti residensial dan komersial di enam kota terbesar di Taiwan anjlok sekitar 24% dari tahun sebelumnya pada kuartal pertama tahun ini. Penyebab utama adalah siklus kenaikan suku bunga yang diluncurkan oleh bank sentral dan langkah-langkah pemerintah untuk mendinginkan spekulasi pasar.

Menurut statistik yang dirilis oleh enam pemerintah daerah, transaksi rumah, kantor dan toko di kota Taipei, New Taipei, dan Taoyuan di utara, Taichung di Taiwan tengah, dan Tainan dan Kaohsiung di selatan, mencapai 49.290 unit, turun 24,1% dari tahun sebelumnya.

Selama periode Januari-Maret, transaksi perumahan di Taipei turun 27,5% dari tahun sebelumnya menjadi 5.677 unit; penjualan di New Taipei, kota terpadat di Taiwan, turun 24,5% menjadi 12.521 unit; transaksi di Taoyuan juga turun 27,8% menjadi 8.190 unit; di Taichung, transaksi properti residensial dan komersial turun 21,9% menjadi 9.945 unit dalam periode tiga bulan; sementara penjualan di Tainan dan Kaohsiung masing-masing turun 19% dan 22,3% menjadi 4.932 dan 8.025 unit.

Menurut Taiwan Realty Enterprise, penjualan kuartal pertama di Tainan merosot ke level terendah baru dalam enam tahun, sedangkan transaksi kuartal pertama di Kaohsiung turun ke level terendah dalam tiga tahun.

Manajer riset Great Home Realty, Lang Mei-nan (郎美囡) mengatakan bahwa pasar properti lokal kekurangan insentif untuk merangsang penjualan, sementara siklus kenaikan suku bunga oleh bank sentral berdampak serius pada pasar properti.

Sejak Maret 2022, untuk mengatasi tekanan inflasi, bank sentral secara keseluruhan telah menaikkan suku bunga utamanya sebesar 75 basis poin, termasuk kenaikan kelima berturut-turut pada bulan lalu, dengan tingkat diskonto mencapai 1,875%, level tertinggi dalam delapan tahun.

Menurut perkiraan Lang, menyusul lima kenaikan suku bunga, pembeli rumah dengan pinjaman 30 tahun sebesar NT$10 juta kini diperkirakan harus membayar tambahan bunga sebesar NT$40.000 per tahun.

Lang menganalisis, langkah-langkah baru pemerintah untuk mengendalikan meroketnya harga rumah juga membuat investor properti mengurangi pembelian. Yang paling berdampak adalah diloloskannya amandemen Undang-Undang Persamaan Hak Tanah pada bulan Januari, bertujuan untuk mengurangi spekulasi di pasar rumah melalui larangan transfer bersyarat atau penjualan kembali pesanan pembelian untuk rumah pra-penjualan dan rumah yang baru dibangun.

Komentar

Terbarumore