(Taiwan, ROC) - Perkiraan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Taiwan untuk 2023 telah diturunkan menjadi terendah dalam delapan tahun, yakni 2,12%, lebih rendah 0,63% dari perkiraan sebelumnya yang dibuat pada November, pada hakikatnya disebabkan melemahnya permintaan global yang telah menempatkan ekonomi berorientasi ekspor Taiwan di bawah tekanan, demikian berdasarkan statistik terbaru dari Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi dan Statistik (DGBAS).
Inflasi yang tumbuh cepat dan kenaikan suku bunga yang agresif di seluruh dunia bersama dengan konflik militer yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina telah memengaruhi permintaan global, menekan harga produk, dan mengakibatkan penyesuaian inventaris dalam rantai pasokan dunia, kata DGBAS.
Dalam laporannya, DGBAS menurunkan perkiraan untuk pertumbuhan riil ekspor barang dagangan dan jasa Taiwan menjadi 0,04% untuk tahun 2023, yang penurunan tajam dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,71%. Di antaranya, ekspor barang dagangan diperkirakan turun 5,84%, tertajam dalam delapan tahun.
Sementara dengan permintaan global yang melambat, banyak perusahaan lokal bersikap lebih konservatif tentang ekspansi dan ini mengakibatkan impor yang lebih rendah. Ditambah dengan penurunan harga produk perindustrian dan pertanian, membuat DGBAS memangkas perkiraan pertumbuhan impor sebesar 5,34% dari perkiraan November menjadi 0,66% untuk tahun 2023.
Direktur Jenderal DGBAS Chu Tzer-ming (朱澤民) mengatakan, meskipun perkiraan pertumbuhan ekspor telah direndahkan, ekspor barang dagangan Taiwan diperkirakan akan mempertahankan level tinggi dan mencapai US$450 miliar.
Menurut Chu, penurunan perkiraan pertumbuhan ekspor juga disebabkan basis perbandingan yang relatif tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, menambahkan bahwa kinerja ekspor Taiwan diperkirakan akan meningkat kuartal demi kuartal dan kemungkinan akan kembali ke pertumbuhan positif pada kuartal keempat.
Dalam laporan yang sama, DGBAS juga memperkirakan pertumbuhan indeks harga konsumen (CPI) Taiwan sebesar 2,16% untuk tahun 2023, naik sebesar 0,30% dari perkiraan sebelumnya; sedangkan kenaikan biaya makan di luar dan sewa rumah diperkirakan akan meningkatkan inflasi Taiwan sehingga melewati batas peringatan 2% yang ditetapkan oleh Bank Sentral.