(Taiwan, ROC) --- Belakangan ini, krisis telur telah menjadi pembicaraan hangat banyak pihak di Taiwan. Saat ditemui hari ini (22/2) di “Upacara Relokasi Kantor Kementerian Ketenagakerjaan”, Perdana Menteri Chen Chien-jen (陳建仁) menyampaikan, wabah flu burung dan faktor perubahan iklim telah menjadi penyebab dari berkurangnya pasokan telur ayam dalam negeri.
PM Chen Chien-jen telah meminta Wakil PM Cheng Wen-tsan (鄭文燦) dan Ketua Dewan Pertanian (COA) Chen Chi-chung (陳吉仲) untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.
PM Chen menuturkan, selain memperkuat penyesuaian pasokan telur ayam, pihaknya akan mempromosikan pengurangan pajak bagi pengguna pakan ternak jagung.
Pengurangan pajak sebesar 5% akan diberlakukan bagi pengguna pakan ternak jagung semenjak 1 April hingga akhir Juni. Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat pencegahan terhadap wabah flu burung, serta memperbaiki fasilitas peternakan ayam.
Pada saat yang sama, pemerintah akan memperkuat impor telur ayam dari luar negeri, dengan demikian para pengelola bisa memiliki bahan baku yang cukup.
PM Chen Chien-jen akan mengupayakan yang terbaik untuk menjaga keseimbangan antara jumlah pasokan dengan angka permintaan pasar. Krisis telur ayam yang terjadi saat ini diperkirakan akan mulai mereda pada awal bulan Maret mendatang.
Chen Chien-jen mengatakan, “Selama periode ini, seluruh warga merasakan fenomena krisis telur. Kami akan mengupayakan yang terbaik untuk mengatasinya. Dengan demikian, jumlah warga yang terdampak krisis kali ini akan berkurang seminimal mungkin.”
Mantan anggota legislator dari Partai Kuomintang (KMT), Alex Tsai (蔡正元) membagikan cuitan yang sempat diunggah oleh penyiar radio AS, Garland Nixon yang mengatakan bahwa Gedung Putih memiliki rencana untuk “menghancurkan Taiwan”.
Menanggapi pemberitaan di atas, Perdana Menteri Chen Chien-jen menjawab, semenjak Presiden Tsai Ing-wen menjabat, hubungan antara Taiwan dengan Amerika Serikat kian terjalin kian erat dan berada di taraf terbaik sepanjang sejarah. Beliau meminta kepada seluruh khalayak luas untuk menanggapinya dengan berpikir secara rasional dan jangan mentah-mentah percaya pada rumor tersebut.
Di samping itu, PM Chen menyampaikan, pemerintah akan memberlakukan peraturan khusus untuk memberikan subsidi sebesar 50% bagi pemegang polis asuransi nasional. Ia menyampaikan, setelah pengesahan peraturan khusus pasca pandemi diberlakukan, pemerintah juga akan menetapkan perhatian khususnya kepada beberapa pihak, misal pengusaha UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), petani, nelayan, pinjaman mahasiswa, hipotek bagi pekerja menengah dan rendah.