(Taiwan, ROC) - Usaha kecil dan menengah (UKM) mempekerjakan 80% dari populasi pekerja di Taiwan, adalah tulang punggung penting untuk menstabilkan pembangunan ekonomi Taiwan, dan pemerintah akan selalu menjadi pendukung UKM dalam mencapai perkembangan berkesinambungan.
Demikian ditegaskan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) saat menemui para direktur dan ketua dari delapan kelompok industri dan komersial utama di Istana Kepresidenan pada hari Senin.
Tsai mengemukakan, berbagai lembaga dalam dan luar negeri memperkirakan bahwa laju ekonomi global 2023 akan melambat akibat inflasi dan berdampak pada perindustrian, maka dalam pertemuan Dewan Keamanan Nasional akhir tahun lalu, tim administrasinya telah diminta untuk mempersiapkan kebijakan antisipasi untuk membimbing UKM bersama-sama mempertahankan perkembangan.
Presiden Tsai mengatakan, “Kami juga akan memandu UKM untuk bergerak menuju era kecerdasan artifisial (AI) dan karbon rendah, sementara tim pakar dan penasihat akan memberikan konsultasi dan diagnosis, ditambah dengan bantuan keuangan, kami berharap menjadi pendukung terbaik bagi perindustrian, sehingga UKM dapat beroperasi dan mencapai perkembangan berkesinambungan.”
Menurut kepala negara, pemerintah sangat menyadari keresahan pelaku usaha dalam menghadapi penyesuaian terhadap sejumlah regulasi bersangkutan yang telah diberlakukan atau sedang dalam tahap perencanaan, untuk itu akan aktif membantu UKM melangkah menuju jalan pengurangan karbon, dan mempersiapkan sumber daya yang relevan untuk mencapai target emisi nol bersih.