(Taiwan, ROC) --- Tanggal 7 Februari 2023, Kamar Dagang Amerika Serikat di Taiwan merilis laporan perihal iklim bisnis pada belakangan ini. Laporan tersebut juga menyertakan survei jajak pendapat yang dikumpulkan semenjak 15 November hingga 16 Desember 2023, dengan melibatkan 214 sampel, yang juga merupakan anggota dari Kamar Dagang sendiri.
Dalam laporan bersangkutan didapati, meskipun ekonomi dunia melemah dikarenakan pengaruh inflasi dan krisis Ukraina, tetapi 71% suara menyatakan optimis terhadap perkembangan ekonomi Taiwan untuk periode tahun ini.
Di samping itu, 88% lainnya juga bersedia untuk terus mempertahankan atau bahkan memperluas skala investasi mereka di Taiwan.
Namun, Kamar Dagang menekankan, seluruh pihak tidak boleh terlampau dini untuk merasa puas. Ada sekitar 30% suara yang beranggapan bahwa peraturan dan kebijakan dari pemerintah adalah kunci utama untuk meningkatkan kemauan para investor menanamkan modal mereka.
Bahkan ada lebih dari 40% suara yang percaya bahwa penafsiran peraturan di Taiwan tidak konsisten antara satu lembaga pemerintah dengan lainnya, terutama terkait isu energi hijau.
Presiden Kamar Dagang Amerika Serikat di Taiwan, Vincent Shih (施立成) mengatakan, “Ada banyak definisi perihal energi hijau. Kebijakan yang mengatur penggunaan energi hijau juga sangat beragam. Faktanya beberapa unit di pemerintah memiliki pemahaman energi hijau tersendiri dan tidak sama antara yang satu dengan yang lain.”
Pihak Kamar Dagang juga beranggapan, kebijakan hukum yang memadai adalah fokus dari dipromosikannya “Prakarsa Perdagangan Taiwan - AS Abad ke-21”. Mereka tentunya berharap pemerintah Taiwan akan terus bekerja untuk meningkatkan dan membangun lingkungan investasi yang ramah, serta sesuai dengan standar internasional.
Mengenai hubungan lintas selat, Kamar Dagang menyampaikan, ada 67% suara yang beranggapan bahwa krisis Selat Taiwan pada pertengahan tahun 2022, tidak memberikan dampak langsung terhadap kelancaran para pengusaha. Namun, ada sekitar 47% lainnya menjawab bahwa mereka telah bersiap-siap menyesuaikan tata letak bisnis masing-masing, guna menghadapi situasi geopolitik yang baru.
Menanggapi isu balon udara Tiongkok yang kini tengah hangat diperbincangkan, Kamar Dagang menyampaikan, pihaknya tidak akan menanggapi peristiwa politik seperti demikian. Kamar Dagang akan tetap berfokus untuk mempererat pertukaran dan meningkatkan daya saing Taiwan.
Amy Chang (張韶韵), yang baru menjabat posisi CEO Kamar Dagang AS di Taiwan menerangkan, jika perekonomian Taiwan berkembang secara positif, maka masalah perpolitikan di Selat Taiwan dapat diselesaikan dengan mudah.
Dalam survei kali ini, anggota Kamar Dagang juga menaruh perhatian mendalam terhadap permasalahan energi hijau, mengingat Taiwan berencana untuk mencapai taraf emisi nol karbon pada tahun 2050.
Ada lebih dari 2/3 anggota kuatir perihal pasokan energi hijau di Taiwan. Di samping itu, juga ada sekitar 42% anggota berharap agar otoritas Taiwan memprioritaskan pasokan energi hijau dalam kurun 1 hingga 3 tahun mendatang.