History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pakar: Jumlah Ekspor dan Daya Beli Menurun Berdampak Pada Pertumbuhan Ekonomi Nasional

  • 17 December, 2022
  • 曾秀情
Pakar: Jumlah Ekspor dan Daya Beli Menurun Berdampak Pada Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Jumlah Ekspor dan Daya Beli Menurun Berdampak Pada Pertumbuhan Ekonomi Nasional

(Taiwan, ROC) – Bank Sentral Taiwan merilis pengumuman prediksi pertumbuhan ekonomi terbaru, dimana meralat persentase pertumbuhan ekonomi Taiwan untuk tahun ini menjadi 2,91%, dan hasil prediksi ini menjadi nilai indeks yang terendah dibandingkan dengan yang diluncurkan oleh berbagai institusi terkait ekonomi lainnya. Ada pakar ahli pada hari Jumat tanggal 16 Desember yang menyebutkan bahwa ini menunjukkan jika permintaan pasar Eropa dan Amerika yang dilihat ada kecenderungan kembali dibuka, tampaknya jauh dari prediksi yang ada, sehingga memberikan dampak langsung terhadap jumlah ekspor produk. Selain itu daya beli yang dimiliki oleh masyarakat umum juga tidak sesuai dengan yang diharapkan, dan tahun 2022 yang akan segera berakhir, maka hasil laporan dengan indeks pertumbuhan ekonomi yang dirilis oleh Bank Sentral Taiwan, akan lebih mendekati pada kenyataan yang sebenarnya terjadi. Oleh sebab itu, kondisi “Tidak berhasil melanjutkan pertumbuhan ekonomi 3%”, kemungkinan besar telah menjadi hasil akhir untuk tahun 2022.

Sementara untuk jumlah permintaan pasar dunia yang terus mengalami penurunan, Bank Sentral Taiwan dalam laporan juga menjelaskan bahwa jumlah ekspor Taiwan telah mengalami minus pertumbuhan selama 3 bulan terurut, yang akan mendampak langsung terhadap keinginan melakukan investasi oleh masyarakat. Untuk itu kondisi perekonomian pada kwartal ke 4, ada perubahan penurunan yang cukup signifikan, dan persentase pertumbuhan ekonomi Taiwan secara keseluruhannya untuk tahun 2022, tidak berhasil melanjutkan prestasi 3% seperti sebelumnya, namun dikurangi hingga hanya tersisa 2,91%. Indeks ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan indeks yang dirilis oleh Taiwan Research Institute yakni 3,01%, Chung Hua Institution for Economic Research 3,04%, DGBAS 3,06% dan Taiwan Institute of Economic Research 3,45%.

Periset Darson Chiu dari Taiwan Institute of Economic Research pada hari Jumat tanggal 16 Desember menyampaikan bahwa merujuk pada hasil prediksi yang dikeluarkan oleh pihak Bank Sentral Taiwan sebelumnya berkenaan dengan kondisi ekspor pada kwartal ke 4 yang mengalami kenaikan sedikitm namun terjadi penurunan sedikit pada bulan Oktober dan menurun cukup banyak pada bulan November, maka perbaikan kondisi ekspor tentu tidak dapat hanya mengandalkan bulan Desember semata. Ditambah dengan daya beli masyarakat yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, dan sisa waktu yang ada untuk tahun 2022 hanya tinggal dua pekan, maka persentase pertumbuhan ekonomi tahunan harus diralat menurun ke bawah.

Berkenaan dengan persentase pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2023, pihak Bank Sentral Taiwan juga telah meralatnya menjadi 2,53%. Darson Chiu berpendapat jika prediksi tersebut masih rasional. Ia menjelaskan bahwa kondisi maraknya pasar pada kwartal ke 4, dan kebutuhan produk konsumen akan terus berlanjut hingga paruh awal tahun depan. Jika melihat kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh pihak Amerika, bahkan pada tahun depan masih berkemungkinan dinaikkan 75 basis poin, maka akan memberikan dampak pengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat dan juga investasi di Amerika, khususnya jika berhubungan dengan properti. Dirinya mengamati, jika hal tersebut benar terjadi, maka pihak Amerika juga akan menghadapi beban tekanan dalam bidang investasi, yang akan berlanjut dengan naiknya angka pengangguran. Semua ini tentu akan langsung turut memberikan pengaruh terhadap jumlah ekspor Taiwan sendiri.

Darson Chiu menambahkan dengan melihat kondisi yang ada saat ini, maka kondisi ekonomi Amerika belum tentu dapat pulih pada tahun 2023, dan harus menunggu kebijakan penurunan suku bunga yang dapat dilakukan pada tahun 2024.

Komentar

Terbarumore