(Taiwan, ROC) -- Berdasarkan laporan dari “Business Korea”, dengan dukungan besar pemerintah Taiwan terhadap perkembangan industri semi konduktor menjadi dasar dari kecepatan laju Produk Nasional Bruto (PNB) Taiwan. Harian Korea JoongAng Ilbo mendeskripsikan, jika pertumbuhan ekonomi Jepang menggunakan jalan kaki, Korea menggunakan cara berlari, maka Taiwan menggunakan cara terbang. Laporan juga mengungkit, setelah perekonomian Jepang menjadi gelembung perekonomian, menghadapi “20 tahun kepurukan”, perkiraan perbedaan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) antara Jepang dan Korea untuk tahun ini hanya berkisar US$770, mencatat rekor terendah, terlebih lagi terjadinya depresiasi mata uang Yen sehingga pertumbuhan ekonomi Jepang kemungkinan akan stagnan.
Berdasarkan laporan terbaru Dana Moneter Internasional (International Moneter Fund/IMF), PDB Taiwan untuk tahun ini dari US$33.140 (sekitar NT$1,056 juta) bertumbuh bahwa US35.510 (sekitar NT$1,132 Juta); Sebagai perbandingan, PDB per kapita Korea Selatan tahun ini adalah US$33.590 dan Jepang US$34.360, masing-masing turun 4% dan 12,6%. Rata-rata PDB Taiwan untuk tahun ini berkemungkinan mencapai US$35.510 dan untuk perdana akan melampaui Jepang, dan juga untuk pertama kalinya sejak 2003 melampaui Korea Selatan untuk menjadi No. 1 di Asia Timur. Kepala Direktorat Jenderal Budjet, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) Zhu Ze-min hari ini (19/10) dalam rapat interpelasi menyampaikan, ini merupakan perkiraan dari IMF, tetapi DGBS berharap dapat mencapai angka seperti itu pada saat dikeluarkan nanti. Ia juga menegaskan, terdapat 2 unsur utama yang menyebabkan tingginya pertumbahan rata-rata PDB Taiwan.
Wakil Menteri Keuangan, Lee Ching-hua juga menyampaikan, perekonomi Taiwan terus berkembang untuk beberapa tahun terakhir ini, mengerakkan bertambahnya kesempatan kerja dan kenaikan gaji, ia merasa rata-rata PDB Taiwan untuk tahun ini akan melampaui Jepang dan Korea, seharusnya akan mengarah pada trend ini. Namun, Legislator partai berkuasa Partai Progresif Demokrat Wu Bing-rui (吳秉睿) mengemukakan, kebijakan pelonggaran moneter Jepang diberlakukan hingga sekarang ini, sehingga untuk nilai mata uang terlihat menguat, sedangkan mata uang NT$ terhadap US$ untuk tahun ini mengalami depresiasi 13% lebih, tetapi Jepang mengalami depresiasi sebesar 23%, Korea juga sebesar 19%, untuk itu jika US$ digunakan sebagai tolok ukur PCB maka Jepang dan Korea akan terlihat lebih baik. Wu juga mengingatkan, pada hari di mana Jepang tidak lagi menerapkan kebijakan pelonggaran, apakah Taiwan dapat terus mempertahankan posisi unggulnya, hal ini masih harus diperhatikan.