Midlife atau usia pertengahan yang dimulai sekitar usia 35-55 tahun (tergantung wilayah) dipercaya akan mengalami gejolak batin terkait dengan identitas, pilihan hidup, dan kehidupan serta kematian. Dengan demikian, banyak yang percaya bahwa di usia tersebut Anda akan mengalami krisis paruh baya.
Di usia tersebut Anda mungkin akan bertanya-tanya, apakah pekerjaan yang dulu saya sukai, kini terasa sangat datar? Bahkan Anda hanya akan merasa keletihan dan merasa menjalani hari-hari dengan membosankan, tanpa tujuan?
Para pekerja profesional kerah putih dengan karir yang tampak gemilang, ternyata juga sangat rentan mengalami kemerosotan karier di pertengahan karier. Menurut sebuah studi terkini oleh Future of Work Research Centre di University of Surrey di Inggris, para manajer, profesional, dan pakar di bidangnya lebih mungkin mengalami kemerosotan kepuasan karier di usia empat puluhan dibandingkan pekerja berketerampilan rendah.
Dilansir dari Forbes, Anda mungkin tahu bahwa kebahagiaan manusia mengikuti kurva berbentuk U sepanjang rentang hidup kita. Kita relatif bahagia di masa muda, menurun di usia 40-an, dan kemudian meningkat lagi di usia lanjut. Hebatnya, pola yang sama ini berlaku di semua jenis kelamin, ras, budaya, iklim, dan lebih dari 100 negara (bahkan jika Anda menghilangkan stres dan biaya membesarkan anak), menjadikannya salah satu temuan paling solid dalam semua ilmu sosial. Di Inggris, titik terendah kebahagiaan adalah sekitar usia 44 tahun. Secara global, rata-ratanya adalah 46 tahun.
Studi dari Universitas Surrey ini menarik karena fokusnya pada jenis pekerjaan, bukan hanya usia. Kesimpulannya? Bahkan mereka yang memiliki karier yang sukses secara objektif pun tidak kebal, bahkan mungkin lebih rentan.
Apa penyebabnya?
Ada banyak teori, tapi mungkin karena berbagai perubahan yang terjadi dan pandangan budaya masyarakat, khususnya karena (tanda-tanda) penuaan dianggap sebagai sesuatu yang negative.
Perubahan fisik
Mungkin Anda tidak segesit dulu. Anda bahkan mungkin lebih rentan terhadap penyakit atau kondisi tubuh kronis. Perubahan fisik ini dapat membuat Anda merasa putus asa atau takut akan masa depan.
Wanita akan mengalami menopause, yang disertai berbagai gejala, seperti hot flashes, perubahan suasana hati, dan kesulitan tidur. Semua ini dapat menyebabkan peningkatan stres secara keseluruhan.
Pria mungkin mengalami penurunan testosteron secara bertahap saat mereka berusia di atas 30 atau 40 tahun. Namun, faktor-faktor seperti penyakit, penyalahgunaan alkohol, efek samping obat, dan peningkatan lemak tubuh juga dapat menurunkan testosteron. Testosteron rendah dapat menyebabkan gejala-gejala yang menyedihkan seperti depresi, dorongan seks rendah, disfungsi ereksi, dan kesulitan tidur.
Perubahan dinamika keluarga
Di usia paruh baya, Anda mungkin mengalami perubahan dalam hubungan dengan orang tua, sebab mengasuh orang tua yang menua dapat membuatmu stress secara fisik dan emosional, termasuk saat orang tua meninggal.
Anda juga mungkin mulai merasakan kekosongan, saat anak-anak mulai beranjak dewasa, menjadi kesepian atau harus menilai kembali peran Anda untuk diri sendiri.
Usia paruh baya juga kemungkinan terjadi pergolakan perpisahan dengan pasangan, sehingga menyebabkan aneka konflik.
Perubahan karier
Survei Indeed tahun 2019 mengungkapkan bahwa, rata-rata, orang yang berganti karier melakukannya pada usia 39 tahun. Banyak orang yang harus menyesuaikan diri dengan tanggung jawab pekerjaan baru saat memasuki usia paruh baya. Jika Anda tidak berganti karier, Anda mungkin akan mencapai posisi yang lebih senior di pekerjaan Anda saat ini. Meskipun posisi tersebut menawarkan gaji yang lebih tinggi, posisi tersebut akan disertai dengan tanggung jawab baru yang meningkatkan stres Anda.
Orang dewasa paruh baya lainnya merasa karier mereka sedang mengalami stagnasi. Pengulangan dalam tugas harian Anda dapat menyebabkan kurangnya kepuasan di tempat kerja.
Perubahan situasi keuangan
Banyak kejadian yang dapat emengaruhi stabilitas keuangan Anda. Anda mungkin perlu mengeluarkan lebih banyak uang karena Anda bertindak sebagai pengasuh orang tua Anda. Atau mungkin berganti karier mengharuskan Anda mengurangi pengeluaran. Kehilangan pekerjaan dan perubahan mendadak di pasar tenaga kerja juga dapat menyebabkan tekanan finansial di saat Anda merasa seharusnya lebih aman.
Jika Anda memiliki anak dewasa yang mengalami kesulitan keuangan, Anda mungkin akan menghadapi stres tambahan. Penelitian menunjukkan bahwa orang tua setengah baya mengalami peningkatan kecemasan dan suasana hati tertekan ketika masa depan ekonomi anak-anak mereka tampak terancam.
Kesulitan masa kecil sebagai faktor risiko
Pengalaman masa kecil tertentu dapat meningkatkan risiko konsekuensi kesehatan bahkan saat Anda mencapai usia dewasa. Faktor-faktor kesehatan ini kemudian dapat membuat usia paruh baya Anda lebih menegangkan, yang berkontribusi pada rasa krisis.
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 


