Menteri Dalam Negeri Liu Shyh-fang (刘世芳) menyampaikan beberapa waktu lalu, bahwa penipuan merupakan sumber utama kejahatan remaja setelah pemerintah mengumumkan pendanaan NT$7,6 miliar ($232 juta) untuk program pencegahan kenakalan remaja baru.
Badan Kepolisian Nasional akan mengelola program yang bertujuan untuk "melindungi para pemimpin nasional masa depan," kata Liu dalam rilis kementerian. Ia mengutarakan, bahwa penipuan telah menjadi kejahatan besar di kalangan mereka yang berusia 15 hingga 18 tahun dan pendekatan baru diperlukan untuk mencegah hal ini.
Menurut laporan dari kepolisian, terdapat 1.788 kasus penipuan yang dilakukan oleh remaja pada tahun 2023, sehingga menjadikannya kejahatan remaja yang paling umum. Secara keseluruhan, terdapat 8.949 kasus kejahatan remaja pada tahun yang sama.
Dalam 10 bulan pertama tahun 2022, terdapat 8.207 tersangka penipuan berusia 18 hingga 23 tahun, yang mencakup 21,87 persen tersangka penipuan di semua kelompok umur, kata Legislator Partai Progresif Demokratik Michelle Lin (林楚茵), seraya menambahkan bahwa hanya ada 7.442 korban penipuan dalam kelompok usia yang sama, naik 20 persen dari tahun ke tahun dan melampaui jumlah korban penipuan dalam kelompok usia yang sama.
Kelompok usia tersebut termasuk lulusan universitas yang akan memasuki dunia kerja, tetapi mungkin membuat pilihan yang buruk karena ketidaktahuan, katanya.
Ia menggarisbawahi pentingnya literasi media di dunia digital yang terus berubah, dan mendesak pemerintah untuk mengusulkan langkah-langkah guna mencegah orang tertipu atau menjadi kaki tangan penipuan.
Legislator Partai Kuomintang (KMT) Cheng Cheng-chien (郑正钤), yang memimpin pertemuan tersebut, meminta Kementerian Pendidikan untuk menyediakan pendidikan tentang metaverse, aset digital, dan teknologi keuangan di perguruan tinggi dan universitas.
Kursus tersebut seharusnya membantu siswa memperoleh pemahaman yang baik tentang berbagai bidang, mengembangkan keahlian di industri terkait dan mencegah mereka dari penipuan, katanya.
Selanjutnya, program baru terkait hal ini diluncurkan. Menurut laporan CNA, Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓荣泰) mengatakan dana program akan dicairkan antara tahun ini dan 2028 dengan sasaran program konseling dan kerja sama antarlembaga. Ia mengatakan hal ini akan membantu remaja berusia 15 hingga 18 tahun yang kurang beruntung yang kemungkinan besar akan dibujuk oleh geng untuk melakukan kejahatan.
Cho juga meminta wakilnya dan menteri senior Kabinet lainnya untuk membahas pembentukan unit kepolisian baru guna menangani masalah tersebut. Ia mengatakan mereka juga diminta untuk merencanakan strategi pencegahan kejahatan remaja, bimbingan karier, perawatan kesehatan, dan layanan lainnya untuk mendukung kaum muda.
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 


