Dalam dunia yang banyak mengagungkan barang-barang mewah atau bermerek, khususnya setelah media sosial semakin banya digunakan, kamu pun banyak melihat fenomena orang-orang yang “tampak kaya tapi ternyata miskin”. Namun, di sisi lain juga ada yang “tampak miskin, tapi ternyata kaya raya.”
Di lingkup pergaulan, kita bisa jadi bertemu lebih dari satu dengan karakter yang terlihat high-class, tapi sebenarnya kondisi keuangannya biasa-biasa saja. Sebaliknya, kerap kali kita menjumpai seseorang yang berpenampilan biasa saja, tapi ternyata memiliki kondisi keuangannya yang lebih baik dan teratur.
Nah, dalam acara di hari ini, kita akan bahas bagaimana sih karakteristik orang-orang yang “tampak kaya tapi ternyata miskin” dan sebaliknya yang “tampak miskin, tapi ternyata kaya raya.”
Secara umum, mereka yang tampak kaya, tapi ternyata miskin atau berpura-pura kaya memiliki kecenderungan penyakit yang disebut “social climber” atau panjat sosial (pansos). Perilaku pansos ini merupakan sebuah perilaku, dimana seseorang berlaku, bahkan melakukan segala hal hanya untuk mendapatkan pengakuan status sosial yang lebih tinggi dari status yang sebenarnya.
Para social climber ini bisa melakukan apa saja agar hidupnya terlihat memiliki status sosial yang tinggi dengan hal yang praktis dan tidak melalui proses.
Dari point tersebutlah para penderita social climber bisa melakukan hal-hal negatif sekalipun agar ia bisa tampil mewah. Semisal saja, pegawai negeri golongan I menginginkan hidup dengan rumah megah, mobil mewah, barang-barang keseharian yang berharga puluhan sampai ratusan juta, tentu gaji dari menjadi PNS tidak bisa mencukupi, dan jalan pintasnya kemungkinan korupsi.
Sementara mereka yang “tampak miskin, tapi ternyata kaya raya umumnya tidak akan tertarik untuk membicarakan mengenai kekayaan mereka dan umumnya akan bersikap lebih santai serta tidak begitu memiliki minat yang besar untuk membahas hal-hal tersebut.
Ciri khas lainnya yang dimiliki orang tipe ini adalah mereka gemar menabung. Bahkan menurut Warren Buffet, salah satu orang terkaya di dunia, sepertiga dari penghasilan seseorang seharusnya dialokasikan untuk menabung. Artinya, menabung bagi orang yang bahkan sudah memiliki banyak aset adalah hal yang sangat penting.
Orang yang kaya raya beneran juga akan tampil apa adanya, sebab lebih fokus pada investasi daripada konsumsi. Orang tipe ini akan lebih fokus mengalihkan kekayaannya untuk investasi atau mengembangkan sayap bisnisnya dan mempunyai strategi berhemat untuk setiap pengeluaran mereka.
Hal yang juga tidak kalah penting, orang dengan tipe ini untuk meningkatkan nilai kekayaannya. Bagi orang tipe ini, mereka bukanlah orang dengan karakter mengejar jabatan dan gaji pada suatu perusahaan karena mereka umumnya tipe orang yang memiliki hasrat dapat memegang jabatan tertinggi pada perusahaannya sendiri dan justru bisa menggaji orang lain. Mereka merasa perlu untuk terus meningkatkan apa yang sudah dicapainya saat ini dengan mengembangkan usahanya dan terus belajar meningkatkan kemampuannya dalam memupuk penghasilan.
Untuk kita sendiri, sebaiknya tampillah apa adanya, tidak perlu membohongi diri sendiri. Syukuri apa yang kamu miliki saat ini, sebab dengan bersyukur kita akan merasa cukup dan puas dengan apa yang ada di hidupmu selama ini.
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 


