Banyak orang yang sangat mencintai binatang peliharaannya dan memperlakukan mereka layaknya anggota keluarga yang berharga. Binatang peliharaan menyediakan persahabatan, membawa kegembiraan, kasih sayang, sementara kita akan berbagi rumah, makanan, dan hidup kita dengan mereka, melakukan segala hal yang kita bisa untuk memastikan kesejahteraan dan kebahagiaan mereka.
Jika kamu memiliki binatang peliharaan, tentu memang sangat menyenangkan, tapi jangan lupa dengan tanggung jawabnya. Hal ini bukan hanya terkait dengan waktu, tapi juga finansial, sebab perawatannya adalah 1 arah.
Jadi mengapa kita melakukannya?
Sejatinya ini adalah sebuah kesenangan, baik pemiliknya maupun binatang tersebut yang berarti bersifat timbal balik, antara manusia maupun hewan tersebut.
Berdasarkan studi terkait DNA anjing, diungkapkan bahwa anjing adalah binatang yang pertama kali dipelihara manusia. Dugaannya anjing merupakan serigala yang telah dijinakkan setelah mencuri makanan sisa atau ditangkap ketika masih muda dan digunakan sebagai teman berburu atau penjaga.
Binatang-binatang lain, seperti kucing dan kuda baru dijinakkan kemudian. Selanjutnya, binatang peliharaan memiliki ikatan emosional dengan pemilik dan anggota keluarga lain, berevolusi menyesuaikan diri dengan emosi dan perilaku kita. Anjing, misalnya, mampu membaca bahasa tubuh pemiliknya dan bereaksi lebih cepat daripada manusia. Mereka mengubah ekspresi wajah saat manusia memperhatikan. Anjing juga dapat memahami banyak kata dan menafsirkan nada suara.
Psikolog menjelaskan bahwa sikap kita terhadap binatang dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti norma sosial budaya, agama dan kepercayaan, ciri kepribadian, dan pengalaman hidup awal. Peneliti juga berpendapat bahwa rasa kasih sayang terhadap hewan mungkin terkait dengan perbedaan genetik.

Ilustrasi binatang peliharaan (foto: Ultra Pet)
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang yang mencintai binatang memiliki versi gen tertentu yang menghasilkan hormon cinta oksitosin, yang penting untuk empati antara manusia dan meningkatkan ikatan sosial. Jadi oksitosin membantu orang untuk terikat dengan hewan juga, dan pecinta hewan adalah orang yang lebih ramah dan memiliki lebih banyak empati.
Kasih sayang yang Anda rasakan terhadap anak Anda mirip dengan yang Anda tunjukkan terhadap hewan. Hewan peliharaan sepenuhnya bergantung pada manusia, jadi mereka memicu naluri protektif yang sama seperti yang dilakukan anak-anak kita sendiri. Kita mencintai hewan dan ingin melindungi mereka karena kita memandang mereka sebagai makhluk tak berdosa yang tidak dapat membantu diri mereka sendiri saat mereka dalam kesulitan.
Jadi, wajar jika Anda bereaksi dengan marah setiap kali mendengar seseorang telah menganiaya hewan. Para peneliti juga telah menunjukkan bahwa wanita biasanya lebih berempati terhadap hewan jika dibandingkan dengan pria.

Anjing dan seorang perempuan (foto: Getty Images)
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 


