Bagi banyak orang, perayaan tahun lalu terasa telah berlalu dengan sangat cepat. Namun, bagi orang lain, khususnya anak-anak, liburan tahun lalu mungkin terasa seperti sudah lama sekali.
Ada alasan mengapa Anda mungkin merasa tahun-tahun berjalan lambat saat Anda masih kecil, tetapi sekarang terasa sangat cepat.
Ternyata menurut penelitian secara ilmiah, persepsi kita tentang waktu sangat berubah seiring bertambahnya usia, yang membuat periode tertentu terasa berlalu dengan cepat, bahkan seolah-olah tengah berlari.
“Persepsi kita tentang hari, minggu, tahun, dan waktu semacam itu tampaknya sangat dipengaruhi oleh perspektif kita: Apakah kita mengalaminya saat itu, atau apakah kita melihat ke belakang pada waktu itu?” kata Cindy Lustig, seorang profesor psikologi di Universitas Michigan.
Ia menambahkan bahwa persepsi tentang waktu juga dipengaruhi oleh ingatan dan seberapa banyak yang telah Anda alami. Bagi anak berusia 8 tahun, seminggu adalah bagian besar dari hidup mereka. Bagi orang berusia 80 tahun, seminggu adalah bagian yang jauh lebih kecil dari hidup mereka, yang berkontribusi pada perasaan bahwa waktu berlalu dengan cepat.
Sementara menurut The Conversation dan Science Alert, ada 2 faktor yang membuat waktu terasa lambat atau cepat, yaitu jam biologis dan rutinitas yang sama.
Terkait dengan jam biologis, hal ini terkait dengan sistem pengaturan fungsi tubuh dengan jam biologis yang berpusat di otak.
Pada saat kita masih anak-anak, pemacu jantung biologis kita lebih cepat yaitu 150 kali permenit. Akibatnya, kita mengalami penanda biologis yang juga lebih banyak dan merasakan lebih banyak waktu untuk dihabiskan.
Sementara, ketika dewasa, kita hanya berdetak selama 75 kali dalam semenit. Artinya, saat ini kita butuh waktu dua menit untuk mencapai jumlah detak jantung yang sama saat kita masih anak-anak dulu.
Jadi, walaupun waktu kita sudah berjalan dua menit, otak kita masih mengira itu satu menit. Sehingga, kita mengira waktu berjalan cepat.
Sehari dalam kehidupan seorang pensiunan berusia 80 tahun mungkin terasa berjalan lebih lambat daripada hari-hari seorang anak berusia 8 tahun yang sibuk di sekolah. Namun, ketika kedua orang itu melihat kembali satu bulan atau satu tahun, periode waktu itu akan terasa berlalu lebih cepat bagi orang yang lebih tua.
Hal ini terjadi karena sejumlah alasan. Bagi orang berusia 80 tahun, kehidupan mereka mungkin tidak tampak terlalu berbeda dibandingkan saat mereka berusia 78 atau 79 tahun, "jadi, dalam kasus itu, mereka mengingat lebih sedikit kejadian," kata Lustig. "Ketika Anda melihat ke belakang, semakin sedikit gambaran Anda, semakin terasa waktu berlalu dengan cepat."
Dengan kata lain, otak kita menyatukan waktu ketika hari atau minggunya serupa. Jadi bagi orang berusia 80 tahun yang sebagian besar melakukan hal yang sama setiap hari, tahun akan menyatu dalam pikiran mereka dan terasa berlalu dengan cepat.
saat dewasa, kita mau nggak mau harus melakukan rutinitas yang pastinya sudah bisa kita tebak. Berangkat sekolah, pergi ke tempat les, mengerjakan tugas, atau pergi ke kantor, pulang, tidur, dan begitu seterusnya.
Penelitian mengatakan kalau semakin kita terbiasa dengan pengalaman hidup sehari-hari, semakin waktu bakal terasa lebih cepat.
Sementara, penelitian juga mengatakan kalau di usia 20-an, kita sudah mulai jarang menerima informasi yang benar-benar baru. Mungkin ada, tapi nggak sebanyak saat masih anak-anak dulu. Sehingga, semua berjalan sebagaimana yang sudah kita tahu aja.
Nah, karena sudah terbiasa itu lah pada akhirnya kita jarang menyadari aspek kecil yang terjadi di lingkungan kita saat beraktivitas. Sehingga, kurangnya proses penyerapan infromasi baru tersebut membuat waktu terasa berjalan cepat.
Sebenarnya, kita bisa kok mengatur agar waktu nggak lewat gitu aja. Salah satunya adalah fokus dan menikmati dunia luar.
Sering kali, udah pulah sekolah atau kerja, kita masih memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan kita tersebut. Nah, coba sesekali fokuskan pikiran kita pada dunia luar dengan cara menikmati langit, melihat bangungan rumah-rumah, dan sadar akan keberadaan diri sendiri.
Hal-hal baru dan menarik dalam sehari adalah hal yang membuat hari dan bulan terasa berbeda, dan karenanya menjadikannya berbeda dalam pikiran kita.
Perubahan pada rutinitas Anda juga dapat memengaruhi seberapa cepat tahun berlalu.
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 


