Saat ini, penggunaan kartu kredit mampu memberikan ragam kenyamanan kepada penggunanya. Selain tidak perlu repot-repot bawa uang tunai kemana-mana, penggunaan kartu kredit bahkan menawarkan banyak bonus menarik lainnya. Tidak heran, jika semakin banyak orang di Taiwan yang kemudian mengajukan kartu kredit.
Namun, kebiasaan terlampau sering menggesek kartu kredit, ternyata bisa membuat penggunanya masuk ke dalam “jebakan batman”, alias lilitan hutang yang tidak ada habisnya.
Baru-baru ini, seorang Warganet pria di Taiwan mengunggah keluh kesahnya di salah satu platform media sosial lokal, yaitu PTT. Ia menuliskan, kalau dirinya sudah sedikit kewalahan saat harus berhadapan dengan tagihan kartu kredit yang selalu datang setiap bulan.

Ironinya, tagihan “gesek kartu” tersebut didasarkan atas kebutuhan untuk memenuhi permintaan keperluan sang pacar, bukan keperluan pribadi.
“Saya sendiri adalah tipe orang yang sangat jarang untuk mau menggesek kartu kredit. Tagihan kartu kredit saya rata-rata adalah untuk memenuhi kebutuhan sang pacar, dan saya sudah sedikit kewalahan. Apakah saya harus melepaskannya (putus)? Apalagi saya masih ada kewajiban untuk melunasi kredit rumah saya yang berjumlah NT$ 8 juta,” demikian kira-kira tulis sang Warganet.
Dari foto-foto yang kemudian juga diposting oleh Warganet bersangkutan, dapat terlihat kalau akumulasi tagihan kartu kredit yang harus dilunasinya hampir mencapai NT$ 300.000.
Ia juga menyampaikan kalau uang sebanyak itu, rata-rata ia habiskan untuk keperluan dirinya ketika bersama dengan sang pacar, dimulai dari makan, minum, jalan-jalan dan bersenang-senang.
Bahkan, ia harus merelakan hampir 80% gaji bulanannya untuk membayar tagihan kartu kredit.
“Gaji bulanan saya hanya berkisar NT$ 50.000 per bulan. Jumlah tagihan seperti ini terlampau berat bagi saya,” tambah Warganet bersangkutan.

Postingan tersebut kemudian mendatangkan banyak komentar dari netizen lainnya.
“Orang yang sering membelanjakan uang dengan begitu gampangnya, biasanya adalah orang yang tidak pernah menghasilkan uang. Lebih baik putus saja, karena ini hanya akan menyiksamu,” tulis salah seorang netizen.
“Kamu jangan putus sama dia! Kasihan korban berikutnya,” canda seorang netizen.
Sebagian komentar dari netizen menyarankan agar Warganet bersangkutan meninjau kembali perencanaan finansial pribadinya. Jika pengeluaran yang dikeluarkan terlampau berat, maka harus segera dikonsultasikan dan diselesaikan.
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 



