讀書會 : 60歲從歐洲返台到羅東賣瓦斯
Baca Buku : dalam usia 60 tahun pulang Taiwan jualan tabung gas
Dalam Usia 60 tahun dari Eropa Pulang ke Taiwan Mengelola Bisnis Jualan Tabung Gas di kota kecil Luodong.
Hari ini, saya akan mengajak Anda ke Taiwan—ke sebuah kota kecil bernama Luodong.
Tapi ini bukan cerita biasa. Ini tentang keberanian memulai kembali, bahkan saat usia memasuk angka 6.
Hari ini saya ingin bercerita tentang seorang perempuan yang kisah hidupnya luar biasa. Namanya Wang Yalun. Di usia 60 tahun, saat kebanyakan orang mungkin mulai berpikir untuk pensiun, dia justru memulai babak baru — dan bukan sembarang babak.
Bayangkan: lulusan SMA Putri Taipei, kuliah di Universitas Nasional Taiwan, lanjut ke Sciences Po Paris — sekolah elite di Prancis yang melahirkan banyak tokoh penting. Ia pernah jadi penulis untuk acara "Global Weekly with Sisy Chen".
Lama tinggal di Eropa. Tapi… setelah ayahnya meninggal, Wang Yalun pulang ke kampung halamannya di Luodong, Taiwan — dan mengambil alih pabrik pengemasan gas milik keluarga.
Iya, dari dunia akademik dan budaya Eropa, ia tiba-tiba jadi bos pabrik gas di pedesaan. Umur 60, mulai belajar dari nol.
Teman-teman yang pernah berada di Taiwan mungkin sudah tidak asing lagi dengan tabung gas yang dipakai untuk memasak di dapur. Nah, ini lah tabung gas yang dijual bisnis keluarga Wang Yalun. Kalau di Taiwan, gasnya habis, segera angkat telpon memesan ke toko gas yang biasanya dekat rumah, dan sepuluh menit sebuah tabung gas baru sudah tiba.
Setelah usia 60 tahun, hidupnya berubah drastis. Ia kembali ke Luodong, Yilan, dan mengambil alih pabrik gas mendiang ayahnya. Dari kehidupan di lingkungan budaya Eropa, ia tiba-tiba menjadi pemilik pabrik di pedesaan Taiwan — pengalaman yang menjadi semacam "pendidikan lintas dunia" yang mengejutkan.
Pernah ada karyawan yang gajinya dipotong paksa oleh pengadilan karena terlilit utang, tetapi tetap setiap hari meminjam uang darinya, hanya untuk mentraktir orang lain makan pinang. Ia juga menghadapi pelanggan yang berutang dan tidak hanya tidak membayar, tapi masih terus mengambil barang secara kredit seolah-olah itu hal yang wajar.
“Semua hal yang dulu kamu anggap sudah semestinya — seperti orang berutang harus membayar, atau pekerjaan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh — sekarang sama sekali tidak berlaku lagi!” kata Wang Yalun.
Putri Sulung yang Sejak Kecil Sering Dimarahi, Namun Mengambil Alih Pabrik Gas Setelah Ayah Meninggal
Ayah Wang Yalun dulunya adalah seorang tentara. Setelah pensiun, ia sempat menjadi sopir taksi, bus, dan truk tangki minyak, bahkan pernah menjalankan perusahaan transportasi. Akhirnya, ia mengambil alih sebuah pabrik pengemasan gas yang berlokasi di Luodong.
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 