Baca Buku讀書會 :寬心慈悲
awal yang sulit bukanlah penentu akhir dari kehidupan seseorang
Hari ini saya mengajak Anda baca buku, sebuah buku cerita kehidupan, cerita nyata yang terjadi di Taiwan. Memang banyak cerita nyata yang sangat menyentuh hati terjadi hampir setiap hari di Taiwan, hanya saja tidak semua diangkat menjadi cerita, ada sebuah cerita yang ingin saya bagikan kepada teman-teman Jmers di hari ini. Cerita yang mengajarkan bahwa awal yang sulit bukanlah penentu akhir dari kehidupan seseorang. Dengan perawatan, kasih sayang, dan ketekunan, seseorang bisa berkembang jauh melampaui ekspektasi.
Secara keseluruhan, cerita ini menggambarkan harapan, ketekunan, keajaiban, dan pentingnya sikap memaafkan dalam menjalani kehidupan. Nah bagaimana cerita ini.
Mari kita simak bersama.
"Kamu bekerja di Rumah Sakit Joseph?! Tahukah kamu? Aku benar-benar berterima kasih kepada Rumah Sakit Joseph. Nyawa putraku diselamatkan oleh Dr. Yeh Hsiu-Chen dari departemen pediatri di Rumah Sakit Joseph! Dia benar-benar menariknya kembali dari gerbang maut!"
Di dalam bus yang hampir kosong dengan hanya dua penumpang, seorang wanita asing tiba-tiba mengajak saya mengobrol. Tanpa diduga, saya pun mendengar kisah yang menyentuh hati sekaligus mengharukan tentang Rumah Sakit Joseph ini…
Kembali ke masa 25 Tahun Lalu
Saat itu, Ny. Li yang berusia 38 tahun sedang mengandung. Dokter kandungan di sebuah klinik di Kota Huwei sudah memperingatkannya bahwa kehamilan di usia lanjut memiliki risiko tinggi, baik bagi ibu maupun bayi. Dan benar saja, baru memasuki bulan keenam kehamilannya, bayi laki-lakinya sudah tidak sabar untuk lahir. Saat dilahirkan secara prematur, bayi tersebut hanya memiliki berat 1.100 gram. Organ tubuhnya belum berkembang sempurna, napasnya begitu lemah hingga hampir tak terasa, dan seluruh tubuhnya tampak kehitaman.
Dini hari itu, setelah melahirkan, dokter klinik memberitahu Ny. Li bahwa anaknya tidak bisa diselamatkan… Dalam keadaan kelelahan dan lemas, ia hanya bisa menangis, menatap kosong ke arah kotak kardus di pojok ruangan tempat bayinya yang sudah dianggap tidak memiliki harapan lagi diletakkan.
Keajaiban yang Tak Terduga
Keesokan paginya, seorang petugas kebersihan masuk ke ruangan. Melihat bayi dalam kotak kardus itu, ia langsung berteriak kepada Ny. Li, "Astaga! Anakmu masih bernapas! Cepat, cepat, bawa dia ke Rumah Sakit Joseph!"
Tanpa membuang waktu, bayi itu segera dilarikan ke Rumah Sakit Joseph. Di sana, di bawah perawatan penuh kasih dari Dr. Yeh dan tim medisnya, bayi tersebut ditempatkan di inkubator selama 57 hari. Baru setelah berat badannya mencapai 2.200 gram, ia diperbolehkan pulang untuk dirawat oleh keluarganya. Bahkan setelah itu, mereka masih sering kembali ke rumah sakit untuk kontrol. Hubungan mereka dengan para dokter dan perawat sudah seperti keluarga sendiri.
Pada masa itu, belum ada jaminan kesehatan yang memadai. Beruntung, keluarga Li memiliki kondisi finansial yang cukup baik. Meskipun biaya perawatan sangat besar, mereka tidak mempermasalahkannya. "Asalkan anak kami bisa hidup, berapa pun biayanya tetap sepadan," kata mereka.
Wanita yang menceritakan kisah ini kemudian bercanda kepada saya yang mendengarkannya dengan penuh perhatian, "Kalau dihitung-hitung, salah satu pilar Rumah Sakit Joseph itu pasti dibangun dari sumbangan keluarga kami!"
Dari Bayi Prematur Menjadi Prajurit Gagah
Hari ini, bayi itu telah tumbuh menjadi pria dewasa yang gagah dan sehat. Dengan penuh kebanggaan, wanita itu—Ny. Li—mengatakan, "Siapa bilang bayi prematur tidak bisa tumbuh besar dan sehat?! Saat putraku masih SMA, dia menemui Dr. Yeh, dan saat itu dokter malah menyuruhnya menurunkan berat badan! Sekarang dia sudah berusia 25 tahun, tingginya lebih dari 180 cm, beratnya hampir 90 kg, dan saat wajib militer, dia bahkan terpilih masuk Korps Marinir!"
Memaafkan dan Melangkah ke Depan
Banyak teman dan kerabat yang menyarankan Ny. Li untuk menuntut dokter klinik yang dulu hampir menyerah pada anaknya. Namun, dengan penuh ketenangan ia berkata, "Melihat anakku bisa hidup sehat dan bahagia seperti sekarang sudah merupakan anugerah terbesar. Yang penting dia selamat, tak perlu menyalahkan siapa pun. Aku hanya berharap dengan sedikit kebaikan hati yang kutunjukkan, aku bisa mendapatkan berkah, sehingga orang-orang yang kucintai dapat menjalani hidup dengan bahagia."
Apa makna dari cerita di atas?
Cerita di atas memiliki beberapa makna mendalam yang menyentuh berbagai aspek kehidupan:
1. Keajaiban dan Harapan dalam Keputusasaan
Meskipun bayi itu telah divonis tidak bisa diselamatkan, keajaiban terjadi saat petugas kebersihan menemukan bahwa ia masih bernapas. Ini mengajarkan bahwa selama masih ada harapan, keajaiban bisa terjadi, bahkan di saat yang paling gelap.
2. Perjuangan Seorang Ibu
Ny. Li mewakili sosok seorang ibu yang penuh kasih dan keteguhan. Meskipun awalnya ia hampir kehilangan harapan, ia tetap berusaha semaksimal mungkin demi keselamatan anaknya. Ini menggambarkan bagaimana seorang ibu rela melakukan apa saja untuk anaknya.
3. Dedikasi Tenaga Medis
Dr. Yeh dan tim medis di Rumah Sakit Joseph menunjukkan pentingnya profesionalisme, dedikasi, dan kepedulian dalam dunia medis. Mereka tidak hanya menyelamatkan nyawa tetapi juga memberikan harapan baru bagi keluarga yang hampir putus asa.
4. Nilai Kemanusiaan dan Kebaikan
Ketika banyak orang menyarankan Ny. Li untuk menuntut dokter yang dulu menyerah pada anaknya, ia memilih untuk memaafkan. Ini menunjukkan bahwa kebesaran hati dan sikap penuh kasih bisa membawa ketenangan dan kebahagiaan yang lebih besar dalam hidup.
5. Kesuksesan yang Tidak Ditentukan oleh Awal yang Sulit
Bayi prematur yang dulu dianggap tidak akan bertahan hidup ternyata tumbuh menjadi pria sehat, gagah, bahkan menjadi anggota Korps Marinir. Cerita yang mengajarkan bahwa awal yang sulit bukanlah penentu akhir dari kehidupan seseorang. Dengan perawatan, kasih sayang, dan ketekunan, seseorang bisa berkembang jauh melampaui ekspektasi.
Secara keseluruhan, cerita ini menggambarkan harapan, ketekunan, keajaiban, dan pentingnya sikap memaafkan dalam menjalani kehidupan.
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 