Jeans Berkelanjutan 永續牛仔褲
Jurnal Maria Sukamto瑪麗亞週記
Beberapa hari ini bebenah isi lemari, menyimpan pakaian musim panas, dan mengeluarkan baju-baju musim gugur dan dingin. Sekalian membuang baju yang sudah tidak pernah dipakai selama 3 tahun terakhir. Kalau tidak, semakin menumpuk baju-baju di lemari. Dari sekian banyak baju, ada baju dari bahan denim yang sangat cocok untuk segala musim. Nah... baju apa itu? Anda tentu juga punya..
Celana jeans, jaket jeans, saya yakin sekali teman-teman Jmers pasti punya. Bahkan ada banyak jenis. Mengingat kain jeans juga macam-macam bukan. Ada yang berwarna mangkak, sengaja dibuat lusuh dan robek sana-sini. Ada yang berwarna hitam. Nah... terkadang kalau sudah kita buang, timbul penyesalan. Karena ternyata mulai musim lagi model baju jeans yang baru saja kita buang. Saya sendiri punya jaket jeans yang berusia 30 tahun lebih, dari mode longgar, kemudian musim yang pas di badan, dan sekarang musim lagi yang longgar dan kebetulan jaket jeans lawas saya itu menjadi trend lagi.
Pakaian bekas yang dibuang orang Taiwan dalam setahun, jumlahnya mengerikan sekali. Apalagi sekarang sudah tidak bisa diekspor ke LN lagi. Di acara Jurnal beberapa tahun lalu, saya pernah memperkenalkan sebuah perusahaan pakaian yang khusus menjual baju desain dari kain jeans bekas. Bagaimana bisa? Yaitu, perancang Taiwan ini bertujuan mengatasi limbah pakaian dengan mengumpulkan semua pakaian jens bekas di Taiwan. Ia sortir, dan melepaskan semua jahitan yang ada. Dan untuk tugas pekerjaan seperti ini, ia telah memberikan lahan pekerjaan bagi ibu-ibu rumah tangga yang tadinya susah mendapatkan pekerjaan, karena ia sudah lama meninggalkan medan kerja demi mengemong anak di rumah. Dan setelah besar anak-anaknya, mereka hendak bekerja lagi. Dan ini sulit bagi ibu-ibu seperti ini. Dan kebetulan perancang baju jeans daur ulang, menciptakan lahan kerja bagi ibu-ibu ini. Sehingga mereka bisa membawa pulang baju jeans bekas, untuk dilepaskan semua jahitannya. Karena setelah dilepas dari jahitan, kain kain jeans bekas itu dirancang kembali menjadi baju fasien dan dijual. Perancang mencanangkan fasien berkelanjutan. Sehingga tidak membuat bumi menjadi sarat oleh baju bekas.
Teman-teman apakah seperti saya yang selalu tidak mendapatkan jawaban, untuk apa kantung kecil yang dijahit di pinggir saku celana jeans. Kecil tidak muat untuk menaruh kunci. Dan paling-paling bisa masuk uang koin saja. Ternyata itu ada sejarahnya. Di awal mula dipakai untuk menaruh jam kalung. Karena buruh tambang yang bercelana jeans ketika bekerja, mereka tidak ada tempat menyimpan jamnya. Maka saku kecil itu untuk tempat jam. Lucu bukan? Dan mari kita tinjau bagaimana sejarah celana jeans yang disukai tua muda ini.
Celana jeans dilahirkan pada 20 Mei 1873.
Sebab pada hari itu, Levi Strauss, pebisnis dari San Fransisco AS dan Jacob Davis, seorang tukang jahit dari Nevada, mendapatkan hak paten pertama kalinya untuk pembuatan celana kerja laki-laki yang diperkuat dengan paku keling.
Siapa Levi Strauss? Yang kita kenal sebagai merek celana Jeans sampai sekarang dan juga melambangkan harga jeans yang tidak murah. Ia adalah seorang pedagang barang kelahiran Bavaria yang datang ke San Frasisco pada 1853 dan membuka cabang bisnis grosir barang kering saudaranya di New York di Pantai Barat. Selama 20 tahun, ia membangun bisnisnya sampai sukses,namanya sebagai pengusaha sukses sangat dihormati.
Lalu siapa Jacob Davis, Jacob sendiri adalah seorang penjahit yang sebelumnya merupakan salah satu pelanggan Levi.
Mari kita telusuri sejarah jeans.
Pakaian jeans terbuat dari bahan yang disebut denim. Nama "denim" berasal dari nama kain yang disebut "Serge de Nimes" yang dibuat di Nimes, Prancis. Para penenun Nimes mencoba mereproduksi kain corduroy yang terkenal dibuat di kota Genoa Italia, tetapi tidak berhasil.
percobaan berkali-kali dilakukan tetap gagal terus, akhirnya mereka mengembangkan kain lain yang dikenal sebagai denim. Kain yang tahan lama yang menjadi bahan cikal bakal Levi Strauss dan Jacob W. Davis untuk membuat celana jeans pertama.
Lalu mengapa warna denim biru, meskipun sekarang sudah banyak warna. Tetapi dulu hanya satu yaitu biru. hal ini karena Indigo menjadi warna yang khas dipakai untuk mewarnai denim.
Ciri pewarna ini adalah warna biru yang khas dan organik.
Sebenarnya zaman dulu, pewarna baju di Tiongkok juga indigo, semua organik. Tak disangka kain jeans juga memakai pewarna indigo.
Lalu bagaimana sejarah terciptanya celana jeans? asal mula tercipta celana jeans adalah ketika istri seorang buruh lokal meminta Jacob Davis membuatkan celana untuk suaminya, membuat celana yang tidak mudah copot ketika dipakai saat bekerja. Jacob pun berpikir bagaimana cara memperkuat celana kerja pria tersebut. Dia muncul dengan ide memasang paku keling logam pada titik-titik ketegangan celana, seperti di sudut saku dan pangkal kancing. Ternyata, idenya berhasil dan celana dengan paku keling ini menjadi populer.
Setelah itu, Jacob memutuskan untuk mematenkan proses pembuatan celana jeans dengan paku keling, tetapi ia masih bimbang, dan sedang mencari orang yang ideal sebagai mitra bisnis untuk menjalankan proyek manufaktur tsb. Dia pun teringat pada Levi Strauss, tempat ia langganan membeli kain untuk membuat celana dengan paku keling logam tersebut.
Davis kemudian menulis surat kepada Levi dan menawarkan apakah mungkin mereka berdua dapat memegang hak paten itu bersama-sama. Dikutip dari History.com, surat tersebut berisi tentang metode Jacob membuat celana kerja dengan paku keling logam tersebut demi membuatnya lebih kuat.
Alasan mencari mitra bisnis, karena waktu itu, Davis tidak punya modal yang cukup untuk mempersiapkan dokumen paten yang diperlukan. Lalu, ia meminta Strauss menyediakan modalnya dan memegang paten itu bersama dirinya.
Levi melihat potensi cemerlang dari produk baru ini dan menyetujui proposal dari Jacob. Akhirnya pada 20 Mei 1873, keduanya memperoleh paten dari kantor paten dan merek dagang Amerika Serikat bernomor seri #139.121.
History.com menulis, Strauss kemudian membawa Davis ke San Fransisco untuk mengawasi fasilitas manufaktur denim pertama. Awalnya, mereka hanya mempekerjakan penjahit yang bekerja di luar rumah, tetapi pada 1880-an, Strauss membuka pabrik sendiri. Jeans mereka 501 yang terkenal dan dikenal hingga 1890 laris manis dan perusahaan itu berkembang pesat. Denim buatan Levi menjadi celana kerja pria terlaris di Amerika Serikat. Hingga sekarang pun celana jeans biru ini masih disukai dan populer.
Lagu : 蔡依林 Jolin Tsai 幸福路上 On Happiness Road 幸福路上同名電影主題曲
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 