Jurnal Maria Sukamto 瑪麗亞週記 Sosok Guo Ci 郭子 郭蘅祈 Kuo Heng Chi
Apa kabar para JM lovers para Jmers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga.
Setelah beberapa pekan membaca buku, mari kita membaca kehidupan seorang pekerja seni, bernama Guo Ci dan sekarang ia mengubah namanya menjadi Guo Heng Chi. 郭蘅祈 Kuo Heng Chi
Pria bertalenta Taiwan ini dilahirkan pada tgl 8 Okt 1966, ia seorang penyanyi, seorang komposer, produser teater dan sutradara. Ia juga seorang penganut agama Buddha. Banyak predikatnya, saat ini ia juga seorang guru yoga, produser acara manggung konser, ia sudah menjadi produser dari banyak penyanyi beken. Sebelum tahun 2011, ia dikenal dengan nama Guo Ci. Di era tahun 1990 an, ia sering berkolaborasi dengan penyanyi beken seperti Chang Xue You, Amei, Wang Fei, Shu Ru Yun dan juga Wubai.
Guo Heng Chi selain bernyanyi sendiri, juga menulis lirik dan melody lagu.
Kita dengarkan lagu yang dinyanyi dirinya sendiri.
關於離別 When We Part
作词:陈世杰 作曲:郭子
Guo adalah seorang musikus yang sangat bertalenta, asalkan kita menyebut namanya di hadapan orang-orang Taiwan, sebagian besar yang mengenalnya, pasti akan segera mengatakan bahwa Guo adalah seorang seniman yang sangat bertalenta. Seorang yang begitu piawai, apakah perjalanan hidupnya akan semulus talentanya, ternyata tidak, menurut pengakuannya sendiri, Guo mengatakan Akhirnya setelah saya menghabiskan begitu banyak waktu untuk bergelut dalam kehidupan, di usia ku sekarang ini aku mendapatkan sebuah pelajaran yang sangat penting yaitu kita harus menyoroti langsung sisi gelap kita sendiri.
Memang banyak orang yang berusaha untuk menutup-nutupi, atau berpura-pura menjadi orang yang normal di mata masyarakat. Tetapi banyak pula yang terbuka sekali, mencanangkan segera bahwa dirinya adalah LGBT atau agak berbeda dari manusia awam. Guo akhirnya berhasil mencabut dirinya keluar dari sisi gelap kehidupannya, dan tampil kembali ke publik, ia tidak lagi melarikan diri dari penderitaan emosionalnya.
Guo sejak kecil sudah suka bernyanyi dan menari, sehingga sering ditertawakan oleh teman kelasnya “tidak normal”, pengalaman di masa kecilnya ini menciptakan trauma yang mendalam baginya. Ia pernah dirundung oleh sekelompok murid laki-laki di kelas, ia hampir dilucuti celananya di hadapan umum oleh para pembully. Tetapi ketika ia mengadukan hal ini kepada orang tuanya, sang ibu malah mengecamnya, bukan menyayanginya karena telah dirundung di sekolah, malah memarahinya, keadaan ini membuat Guo selalu terbenam dalam penderitaan batin. Sepotong memori masa kecil ini membuat perjalanan hidupnya selalu diliputi perasaan rasa bersalah, selalu merasa dirinya kurang baik, dan juga terbiasa menyembunyikan diri sendiri, dan berakting menjadi sosok yang diinginkan orang lain.
Guo setelah berkiprah dalam dunia musik, dan menjadi terkenal. Suatu hari ia menghadiri reuni teman kelas se SD, dan ia menceritakan kembali peristiwa perundungan atas dirinya, tetapi ternyata tidak ada teman kelasnya yang ingat hal ini. Keadaan ini membuat Guo tersadar, ternyata yang mencengkeram dirinya tidak bisa mengentaskan diri keluar dari masa gelap masa lalu adalah dirinya sendiri. Sudah berapa tahun lamanya, ia menggendong seorang anak yang trauma ini, membuatnya tidak bisa melanjutkan perjalanan hidup dengan baik-baik. Guo mengakui, meskipun ia sudah menjadi seorang penyanyi terkenal dan seorang musikus piawai, dan berhasil menciptakan begitu banyak lagu yang ngehit, tetapi ia tetap merasa dirinya masih belum mencapai puncak sukses, dalam hati kecilnya, suara bahwa ia adalah anak yang kurang baik, selalu berkumandang dalam benaknya, suara ini menjadi kendala baginya untuk maju ke jenjang sukses.
Apakah ada titik terang kemudian? Benar, setelah Guo menjadi produser dari konser nyanyi Liu Ruo Ying dan Chang Ching Fang, Guo baru benar-benar mulai memupuk kepercayaan diri. Ketika ia duduk di kursi penonton, menyaksikan para penonton konser di bawah sorotan lampu warna warni bersorak sorai penuh kegembiraan, membuatnya mengerti bahwa penderitaan dan kegagalan yang pernah dialaminya dulu sangat tidak berarti, dan itu sebenarnya adalah nutrisi bagi jalan keberhasilannya di masa depan.
Guo juga mulai mengerti isi hati orang tuanya. Dan merasakan cinta kasih mereka kepadanya. Dulu ia merasa tidak diperhatikan, sudah dirundung malah dimarahi, tetapi ia sekarang tidak lagi berpikir seperti itu. Ia menemukan, ayahnya membuat kenangan masa kecil-anak-anaknya dengan mengfoto masa kecilnya, begitu banyak koleksi foto-foto masa kecil yang dibidik sang ayah, ini adalah pernyataan cinta-kasih orang tua, yang baru disadari oleh Guo setelah ia dewasa dan penuh luka. Meskipun orang tuanya jarang berkomunikasi dengannya, tetapi koleksi foto di album adalah bukti begitu besarnya cinta kasih orang tua.
Maka Guo mencatat kehidupan masa tua orang tuanya dengan mengfoto mereka juga, ia sering pulang berdebat mulut dengan sang ibu. Debat mulut ini menjadi tanda komunikasi cinta kasih yang unik antara Guo dengan sang ibu. Dengan adanya perubahan sikap, maka hubungan Guo dengan keluarga semakin intim.
Sekarang, Guo sudah sangat santai menikmati derap hidupnya, ia belajar menerima dirinya sendiri, baik sisi terang maupun gelapnya. Ia juga mendorong orang-orang sepertinya untuk memandang secara positif kekurangan diri sendiri, karena ini adalah PR dari YMK kepada setiap insan di dunia ini. Menurut Guo, di galeri, lukisan yang tergantung di dinding, ada atau tidak pengunjung yang menikmatinya, setiap karya adalah karya unik tak tergantikan, lukisan itu tidak akan berubah nilainya hanya karena belum ada orang yang menyukai atau menikmati keindahannya.
Lagu penutup lagu yang dinyanyikan Amei berjudul 張惠妹譜曲〈原來你什麼都不要
“Ternyata Kau Ikhlaskan Semuanya” 作詞:鄔裕康/作曲:郭子
Terima kasih, sampai jumpa!
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 