History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jurnal Maria 週記Bacabuku Kalau Kau Mau, Hidup akan Menjadi Berarti. 讀書會;你願意人生就會值得蔡康永的情商課3

  • 21 October, 2024

Bacabuku Kalau Kau Mau, Hidup akan Menjadi Berarti.

讀書會你願意人生就會值得蔡康永的情商課3

 

 Mari bacabuku kembali, baca buku menurut saya seperti membaca kehidupan seseorang. Tidakkah kita masing-masing adalah sebuah buku yang hidup, yang berubah-ubah isinya dengan berlalunya waktu? Semakin bertambah usia dan pengalaman kita, maka semakin tebal dan menarik buku kehidupan kita. Hari ini saya mengajak Anda mengenal Chai Kang Yong, seorang selebriti, seorang pembaca acara, seorang sutradara, seorang penulis, begitu banyak predikat profesinya, dan selama ini, saya seperti belum pernah mendengar Chai Kang Yong berbicara tidak pada tempatnya. Ia selalu dengan EQ tinggi mengatasi semua keadaan, selalu dengan jitu membuat situasi wawancara yang kering, menjadi hidup kembali. Membuat orang yang sulit diwawancarai, sulit omong, menjadi penuh humor dan banyak cerita. Itulah dia Chai Kang Yong. Seorang cowok yang sudah memasuki usia paruh baya dan menerbitkan banyak buku dengan tema bagaimana menjadi manusia ber EQ tinggi. Baru saja ia menerbitkan buku barunya berjudul

Nama buku : 你願意,人生就會值得 Kalau Kau Mau, Hidup akan Menjadi Berarti.

 

menurut saya isi buku kadang kalah menarik daripada tulisan penulis di halaman depan sebagai prakata, karena tulisannya itu adalah suara hati penulis yang mendekatkan pembaca dengan maksud buku yang akan kita baca. Kadang tulisan dua halaman telah memuaskan pembaca yang belum memulai membaca isi cerita buku. Kalau Anda membaca buku di lain waktu, coba saja mencoba baca surat pengantar penulis di halaman depan buku. Kebiasaan ini saya galang sejak saya sendiri mulai menulis.

 

Surat prakata yang unik, dituliskan: Kapan kau tertawa karena hati merasa senang? Masih ingatkah kapan itu? Tapi kau tertawa senang bukan karena melihat ada orang terpeleset jatuh dengan posisi lucu, atau menonton film humor, dan juga bukan karena mendengar cerita lelucon teman, tetapi melainkan tertawa karena hati Anda senang? Tertawa bukan karena ada hal lain yang memicu kita untuk tertawa.

 

Sudah berapa lama tidak terpikirkan, pekerjaan apa yang bisa membuat kita senang, apa yang kita lakukan bisa membuat hati kita senang, yang membuat kita sadar bahwa saat ini kita sedang menikmati hidup.

 

Kalau saja Anda baru saja tertawa senang karena hal yang saya sebutkan tadi, dan Anda baru saja merasa yakin bahwa kehidupan Anda sekarang ini sangat berarti, maka saya mengucapkan selamat kepada Anda, karena Anda sudah berbuat baik terhadap diri sendiri.

 

Kau tidak merasakan telah mencemooh diri sendiri, kau juga tidak melupakan hatimu sendiri.

 

Seseorang hidup di atas dunia ini bukan tidak bisa bersandar pada orang lain saja, tetapi karena orang lain itu sering tidak bisa diandalkan.

Saya merasa, mengelola keperluan diri sendiri, akan lebih andal dan patut kita lakukan. Banyak orang hidup penuh kesaratan, saya ingin mencarikan sebuah cara untuk Anda, dan juga untuk saya sendiri, sebuah cara yang lebih praktis, agar hidup lebih nyaman dan puas. Untuk itu saya menulis buku ini. Saya menulis, dan sambil menulis saya membacanya, dan saya merasakan, derap kehidupan seperti ini sangatlah memuaskan.

 

Teman-teman Jmers, ini adalah prakata surat pengantar dari penulisnya, yang dari awal sudah mengatakan kepada kita, memberikan kabar kepada pembaca, bahwa hidup dengan nyaman itu adalah pilihan kita sendiri, janganlah kita tergantung pada orang lain, janganlah hidup melihat perubahan emosi orang lain, janganlah sampai orang lain senang, kita ikut senang, lalu kalau orang lain sedang marah, kita menjadi ketakutan.... jangan peduli pada perubahan emosi orang. Utamakan diri kita sendiri.

 

Buku ini bermaksud untuk menyadarkan pembaca untuk lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri, mencintai diri sendiri, bagi penulis EQ bagaikan sinar mentari, angin semilir dan tetesan air embun. Sinar mentari mengartikan pengertian, menjadi tahu keberadaan diri sendiri yang sangat penting dari segalanya, dan angin semilir adalah sesuatu yang pas cocok untuk diri sendiri agar sosok diri kita yang tidak ada duanya di atas dunia ini hidup lebih santai dan nyaman. Buku yang berjudul 你願意,人生就會值得 Kalau Kau Mau, Hidup akan Menjadi Berarti. Mengupas EQ itu seperti tetesan air yang menumpuk satu persatu, dan bukanlah seperti air kran yang mengucur deras keluar. Legenda indah yang dalam cerita, memang bisa saja terjadi pada diri seseorang, tetapi cerita indah seperti itu sering ada banyak hal yang terselubung tak diketahui orang lain, dan yang diketahui orang luar hanyalah kesuksesannya saja yang seperti begitu mudah dicapai. Chai Kang Yong mengatakan dalam bukunya meniti selangkah demi selangkah, tambal sulam di sana sini, geser sedikit untuk mencari suatu ketepatan akan lebih praktis dan nyata. Maka mulailah dengan menolak tuntutan orang yang tidak logis, kurangi tuntutan yang berlebihan terhadap diri sendiri.

 

Mari kita simak salah satu cuplikan isi buku: Kalau kau belum pernah melakukannya, maka kau tidak tahu apa rasanya. Tertawalah dulu, baru kita rasakan kebahagiaan. Kita pindahkan dulu barang berat itu, lalu barulah kita merasakan adanya suatu kekuatan tenaga. Kita hidup dengan sepenuh hati dulu, lalu baru kita mulai mencintai kehidupan kita ini. Ketika kita sedang menikmati pemandangan alam di tepi danau yang indah, tiba-tiba turun hujan. Beruntung sekali ada seorang mengulurkan tangannya yang berpayung, mengayomi diriku agar terhindari dari basah kuyub karena hujan. Dan ketika aku menoleh melihat siapa dia, ternyata ia adalah Bai Su Cen, tokoh cerita dalam Legenda Ular putih.

Aku bertanya kepadanya “Mbok Bai, mengapa kau menjadi ujud manusia?”

“Kang Yong, sebelum kau makan hot pot malak, apakah kau tahu bagaimana rasa dari kuliner hotpot malak?” mbok Bai kembali bertanya padaku. Aku berpikir sejenak, jangankan hotpot malak yang pedas, sebelum mencicipi apa itu tiram segar, aku tidak tahu bagaimana rasanya, sebelum mencoba telur pitan, aku juga tidak tahu rasanya, setiap makanan sebelum disantap, kita semua tidak tahu bagaimana rasanya. Aku tidak mungkin merekayasa bagaimana rasa hotpot malak, bagaimana rasa pedas itu, bagaimana rasa hotpotnya. Aku berkata “Mbok Bai, sebelum makan hotpot malak, tidak ada yang tahu bagaimana rasanya.”

“Kang Yong, kalau aku tidak menjelma jadi manusia, bagaimana mungkin aku bisa tahu rasa jadi manusia.” Tukas mbok Bai lagi. Manusia itu suka kehidupan yang beralasan. Sebab dengan adanya alasan maka bisa melaksanakan tugas-tugasnya, untuk menjamin bisa hidup dengan baik terus. Tetapi binatang tidak akan berimajinasi hidupnya penuh logika alasan, karena sebenarnya tidak ada apa itu logika atau alasan. Tawon pekerja sejak dilahirkan sudah langsung bekerja terus, demikian pula siput yang berjalan dengan baik-baik, pun juga bisa mati diinjak gajah, maka bagaimana ada alasan dan logikanya. Tetapi manusia selalu butuh logika dan alasan, kalau tidak sulit untuk hidup damai bersama, dia bilang rumahmu ini milik dia, kau berkata suaminya adalah suamimu. Bagaimana mungkin bisa hidup bersama dengan baik kalau begitu, jadi jalan terbaik adalah mencoba cari alasan dan logikanya. Di antara semua alasan dan logika, yang paling disukai orang adalah “Karena begini, maka bisa begitu.” “Karena kau tidak rajin belajar, maka ujianmu mendapat angka nol.” “Karena kau tidak cinta aku, maka aku selingkuh.” Tentu saja logika dan alasan seperti ini tidak benar, ujian dapat angka nol tentu banyak penyebabnya, selingkuh juga kompleks penyebabnya, tetapi bodoh amat, mengeluarkan alasan adalah sebuah cara agar hidup lebih tenteram, hati ini baru bisa melanjutkan kehidupan. Tampaknya, perkataan mbok Bai itu lebih logis, kau belum pernah melakukannya, bagaimana mungkin tahu rasanya. Banyak orang suka mempercayai “Karena, maka” dan berharap EQ nya juga berjalan seiring derap langkah ini. “Karena di masa kecil ia mengalami hal itu, maka ketika dewasa ia selalu tidak bahagia.” Karena ia dibesarkan di keluarga single parent, maka ia sendiri tidak berani menikah. Karena sedih, maka menangis. Semua alasan “Karena, maka” itu sering ada yang sesungguhnya, tetapi banyak juga yang tidak.

Emosi pasti akan mencetuskan tindakan, tapi sebaliknya, tindakan juga bisa menimbulkan emosi.

 

Lakukanlah dulu, baru nanti merasakannya. Seperti, tertawa dulu, baru nanti merasakan kebahagiaannya. Aku dengar kabar ular putih mbok Bai kemudian kalah melawan ilmu sihir, ia dipaksa kembali ke kurunganya di pagoda Lei Feng, ia kemudian berhasil keluar karena ditolong puteranya lulus ujian kerajaan. Tapi mbok Bai sudah menang, karena ia menuruti kata hati, menjadi manusia, mencoba hubungan cinta dan pengkhianatan dalam dunia manusia, ia berjuang sampai mati demi cinta. Sehebat apapun kehidupan seseorang, ya hanya begitu saja. Masa mbok Bai dalam kurungan, tentu pernah menangis, dan juga tertawa, juga pernah berdesah. Karena ingin sukses, maka membulatkan tekad dan upaya dalam bekerja, ini adalah cerita wejangan yang klise. Karena sepenuh hati melakukan suatu hal, dan merasakan keberhasilannya, ini saya yakini. Kalau Kau Mau, Hidup akan Menjadi Berarti.

 

Terima kasih telah bersama-sama saya di Jurnal Maria. Sampai jumpa.

   

   

Penyiar

Komentar